Benda Diduga Tangga Darurat Pesawat SJ 182 Ditemukan

Benda diduga tangga darurat pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1 - 2021), ditemukan. [KPLP Kemenhub]
10 Januari 2021 05:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai atau KPLP Ditjen Hubla Kementerian Perhubungan RI menemukan benda yang diduga tangga darurat pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (9/1/2021).

"Diduga ini adalah tangga atau seluncur darurat yang ada di pintu pesawat," kata Nakhoda Kapal Patroli KPLP KN Trisula Kapten Eko Surya Hadi.

Kapten Eko mengungkapkan, tangga atau seluncur darurat itu ditemukan di perairan Kepulauan Seribu pukul 19.45 WIB.

Baca juga: Pesawatnya Hilang Kontak, Ini Pernyataan Sriwijaya Air

Kepala Badan SAR Nasional Bagus Puruhito menyebut, pihaknya menerima laporan dari masyarakat yang menemukan puing di sekitar lokasi terduga jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 pada Sabtu 99/1) pukul 14.40 WIB.

“Ada informasi yang kami terima dari masyarakat bahwa ada puing-puing oleh Pospol Lancang, pulau yang ada di sekitar diperkirakan lokasi pesawat lost contact,” kata Bagus dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Sabtu.

Namun, Ia belum bisa memastikan apakah puing-puing tersebut bagian dari badan pesawat Boeing 737-500 SJ 182.

“Tapi, (puing) sudah ada di kapal Basarnas, akan diselidiki KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi),” katanya.

Pesawat PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada pukul 14.40 di posisi 11 nautical mile dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Baca juga: Puing Pesawat Sriwijaya Air Ditemukan di Perairan Kepulauan Seribu

Posisi tersebut diperkirakan di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Informasi tersebut dari seorang nelayan bubu yang melihat ada benda jatuh di sekitar perairan dan ada getaran jatuhnya pesawat di permukiman Pulau Lancang.

Pesawat tersebut diawaki enam awak aktif. Adapun rincian penumpang dalam penerbangan SJ-182 adalah 40 dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi dan enam awak kami sebagai penumpang.

Sumber : suara.com