Ini Cara Memulihkan Penciuman yang Terganggu Setelah Kena Covid

Petugas kesehatan mengambil sampel saat melakukan rapid tes antigen. - Antara/Kornelis Kaha
03 Januari 2021 23:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kehilangan penciuman menjadi salah satu gejala yang diderita pasien yang terinfeksi Covid-19.

Gejala ini bisa terjadi pada pasien dengan kondisi tertentu, dan sebaliknya tidak terjadi pada pasien Covid lainnya.

Kehilangan penciuman meski dinilai tidak membahayakan tetap dirasakan sebagai hal yang mengganggu oleh penderita. Lantas bagaimana cara memulihkannya? 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC Amerika Serikat menyebutkan kehilangan indra penciuman dan perasa tidak menyakitkan atau mengkhawatirkan. Namun, kondisi ini pulihnya bisa lama karena tidak ada obatnya dan mengganggu pasien secara psikologis.

Namun bukan berarti hal itu tidak bisa ditanggulangi. Untuk mengembalikan penciuman pasien yang mengalami kehilangan indra penciuman dan pengecap akut bisa membuat pelatihan penciuman.

Penggunaan minyak aromaterapi disebut dapat memperbaiki otak untuk mengenali aroma dan rasa yang sudah dikenal.

Di luar gangguan penciuman, ada sejumlah gejala yang terkait dengan Covid-19. 

Gejala umum Covid-19 itu antara lain batuk kering, demam dan menggigil, masalah pernapasan, dan beberapa gejala berbeda yang dapat mengganggu pasien seperti ruam kulit.

Beberapa gejala juga terkait dengan makanan dan pola makan penderitanya, meski tak semua orang mengalaminya.

Berikut beberapa gejala Covid-19 yang terkait makanan seperti dirangkum Times of India, Jumat, 1 Januari 2021.

1. Sakit perut

Menurut tinjauan tiga rumah sakit China, 1 dari setiap 5 pasien Covid-19 menderita gejala gastrointestinal termasuk muntah, diare, dan sakit perut.

Ada dugaan bahwa Covid-19 berdampak pada mikroba usus dan penyebaran virus melalui feses. Meskipun gejala ini tidak berarti mengidap Covid-19, sebaiknya gunakan kamar mandi terpisah sampai mendapatkan hasil tes.

Perlu juga dicatat bahwa orang dengan gejala gastrointestinal mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk membersihkan virus dari tubuh dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki gejala gastrointestinal, menurut statistik.

2. Kehilangan nafsu makan

Mengalami nafsu makan tiba-tiba atau menurun karena infeksi virus adalah hal biasa. Tapi ketika virus itu adalah penyebab Covid-19, kehilangan nafsu makan bisa sangat merugikan, terlebih lagi pada orang yang kehilangan penciuman atau rasa dan merasa sangat sulit untuk mencerna makanan. 

Anosmia dan aphagia dapat membuat orang membenci hal-hal yang biasanya mereka sukai karena perubahan indra. Karenanya, ini bisa memengaruhi kebiasaan makan.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di China, lebih dari 80 persen pasien dilaporkan tidak nafsu makan beberapa hari setelah terinfeksi. Efek samping lain adalah penurunan berat badan dan metabolisme yang buruk karena kebiasaan makan yang buruk.

3. Mual

Sama seperti diare dan kehilangan nafsu makan, mual bukanlah gejala Covid-19 yang umum. Namun, sebuah studi yang dilakukan pada 138 pasien di Wuhan menemukan bahwa 10 persen orang mengalami mual dan diare, dua hari sebelum demam.

Jadi, jika merasa mual dan diare serta pernah berhubungan dengan seseorang yang dinyatakan positif, sebaiknya hubungi dokter.

4. Sakit tenggorokan

Sakit tenggorokan dapat disalahartikan sebagai pilek dan flu. Sakit tenggorokan menandakan bahwa ada infeksi yang disebut juga faringitis. Ini juga bisa membuat seseorang sulit untuk mengkonsumsi makanan dan minuman karena merasa sakit saat makan.

5. Kehilangan indra penciuman dan perasa

Kehilangan bau dan rasa sekarang diakui sebagai salah satu gejala Covid-19 yang paling umum. Gejala ini bisa berkembang antara dua hingga 14 hari setelah terpapar virus Corona. 

Sumber : JIBI/Bisnis.com