Advertisement
Menlu Iran Tuding Israel Memprovokasi Perang dengan AS
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu (ketiga kanan) bertepuk tangan di belakang Presiden AS Donald Trump (bawah kiri) yang menunjukkan dokumen pengakuan AS atas kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih, Washington, AS, Senin (25/3/2019). - Reuters/Carlos Barria
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Luar Negeri Iran menuduh Israel mempengaruhi Amerika Serikat untuk memulai perang dengan Iran seiring dengan setahun meninggalnya Jenderal Qassem Soleimani.
Dilansir dari Bloomberg, Minggu (3/1/2021), Menlu Mohammad Javad Zarif mengatakan intelijennya di Irak menunjukkan bahwa agen provokator Israel melakukan serangan terhadap target AS.
Advertisement
Israel juga dituding meletakkan "jebakan" bagi Presiden Donald Trump agar memulai konflik dan berupaya menghalangi rencana Joe Biden untuk menyelamatkan Kesepakatan nuklir 2015.
BACA JUGA : Masa Covid-19, Menlu Tekankan Pentingnya Persiapan
Hal ini diungkapkan usai pernyataannya soal kesiapan militer Iran dalam menghadapi tekanan dari AS dan menyatakan pernyataan permusuhan setelah pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani oleh AS dalam serangan pesawat tak berawak di Irak pada 3 Januari 2020.
Penasihat militer Iran Yahya Ramin Safavi mengatakan pasukan AS berada dalam posisi rentan dan defensif karena takut Iran akan membalas.
“Kami berharap ketika pemerintahan jahat Trump masih ada, tidak ada yang akan terjadi. Kami tidak akan pernah memulai perang, tetapi jika seseorang menyerang Iran, kami akan bereaksi tegas dan dengan penuh kesiapan,” katanya dalam siaran TV Iran.
AS telah memulangkan pasukan USS Nimitz, kapal induk pembawa pesawat yang beroperasi di Timur Tengah pada Kamis, hanya sehari setelah AS mengirimkan pesawat pengebom Boeing B-52 Stratofortress ke Teluk Persia.
BACA JUGA : Menlu AS Tuding Mahasiswa China di AS Spionase Inovasi
Ketegangan antara Iran dan AS meningkat dalam beberapa pekan terakhir mengikuti gerakan Trump yang mencoba mengancam Republik Islam pada detik-detik terakhir kepemimpinannya. Trump diketahui tengah mencoba menggagalkan rencana Biden untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
Agenda Event, Pariwisata, Konser dan Olahraga, 7 Januari 2026
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Manchester United Resmi Pecat Ruben Amorim Usai Hasil Buruk
- Mandiri Ekonomi, 306 Keluarga di Kota Jogja Mundur dari PKH
- Buntut Tendangan Kungfu, PS Putra Jaya Pecat Muhammad Hilmi
- PLN UID Jateng dan DIY Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025
- Pemkab Bantul Setop Tambang Ilegal di Bawuran Pleret
- Kantor Diduga Scam di Sleman Tutup Usai Penggerebekan Polisi
- Polisi Kerahkan 1.060 Personel Jaga Aksi Buruh Hari Ini di Jakarta
Advertisement
Advertisement



