Cuaca Ekstrem Potensi Ganggu Masa Tanam Padi, Ini Antisipasinya

Petani menabur pupuk pada tanaman padi di Aceh Besar, Aceh, Selasa (11/8/2020). - ANTARA
31 Desember 2020 16:27 WIB Iim Fathimah Timorria News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan Kementerian Pertanian akan menyiapkan langkah antisipasi cuaca ekstrem yang bisa memengaruhi aktivitas tanam komoditas pangan pada 2021.

Menurut Syahrul, antisipasi itu sudah dirancang dengan percepatan masa tanam, pembangunan infrastruktur air, serta pencocokan validasi cuaca dengan menggunakan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika BMKG).

"Kami melakukan mapping serta kerja sama dengan BMKG. Yang pasti kita terus bergerak cepat. Mudah mudahan ini bisa berjalan dengan baik dan bukan hanya beras yang terpenuhi, tapi komoditas lain selalu tersedia," katanya dalam Indonesia Business Forum seperti dikutip dari keterangan resmi, Kamis (31/12/2020).

BACA JUGA : BMKG Prediksi Jogja Dilanda Cuaca Ekstrem

Selain menjamin penanaman pada 2021 tak terganggu cuaca ekstrem, dia mengatakan Kementerian Pertanian pun telah mempersiapkan pasokan beras lewat produksi pada musim tanam (MT) I dan II. Dia mengatakan potensi produksi selama Januari-Juni 2021 bisa mencakup 7,4 juta hektare. Dari lahan ini, produksi diprediksi mencapai 17 juta ton dengan konsumsi di angka 15 juta ton.

"Untuk kesiapan 2021 kami sudah masuk dari Oktober 2020 sampai panen raya di Maret 2021 mendatang dengan luas lahan 8 juta hektare dan hasilnya bisa mencapai 18,5 juta ton sampai Juni 2021. Berarti stok akhir kita di 2021 mencapai 8 sampai 9 juta ton pada 2021," katanya.

Pasokan beras tercatat stabil sampai akhir tahun dengan harga yang cukup stabil. Pantauan dari Badan Ketahanan Pangan di 512 kabupaten/kota di seluruh Indonesia menunjukkan harga rata-rata nasional untuk beras premium pada 30 Desember berada di level Rp12.206 per kilogram atau turun 0,16 persen dibandingkan pada 29 Desember.

BACA JUGA : Prakiraan Cuaca DIY Senin 7 Desember, Siap-siap Cuaca

Sementara harga beras medium secara nasional naik 0,17 persen menjadi Rp10.850 per kilogram. Adapun harga beras termurah secara nasional berada di level Rp9.674 per kilogram atau naik 0,53 persen.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia