Vaksinasi Covid-19 Dibagi dalam Dua Gelombang Besar hingga Maret 2022

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin / Youtube Sekretariat Presiden
30 Desember 2020 07:27 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah menyiapkan rancangan alur vaksinasi Covid-19 bagi 181,5 juta warga Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan terdapat dua gelombang besar proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Di dalam dua gelombang vaksinasi Covid-19, terbagi lagi ke dalam empat tahapan. “Di tahap yang pertama akan dilakukan adalah vaksinasi ke tenaga kesehatan. Di Indonesia ini ada 1,3 juta orang di 34 provinsi,” katanya seperti dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/12/2020).

Tahap kedua, sambungnya, vaksinasi akan dilakukan kepada sekitar 17,4 juta petugas publik dan kepada sekitar 21,5 juta lansia yang berusia di atas 60 tahun.

Kedua tahapan tersebut termasuk dalam gelombang pertama vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan pemerintah mulai Januari hingga April 2021. Kemudian, memasuki tahap ketiga, sekitar 63,9 juta masyarakat rentan akan mulai mendapatkan vaksin Covid-19. Masyarakat rentan yang dimaksud adalah masyarakat yang tinggal di wilayah dengan risiko penularan tinggi.

Kemudian, pada gelombang keempat atau terakhir akan dilakukan vaksinasi terhadap 77,4 juta masyarakat lainnya.

Tahapan ketiga dan keempat ini termasuk dalam gelombang kedua proses vaksinasi Covid-19 yang rencananya dilakukan mulai April 2021 hingga Maret 2022.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan vaksin Covid-19 bagi rakyat Indonesia, pemerintah menyebutkan telah mengamankan sekitar 660 juta dosis vaksin yang terbagi atas 330 juta yang sudah terkonfirmasi dan 330 juta dosis berupa opsi.

Menkes mengungkapkan dari 269 juta rakyat Indonesia, kalau ingin mengejar herd immunity dari penduduk dengan usia diatas 18 tahun maka ada sekitar 188 juta orang yang perlu diberi vaksin.

“Kalau kita keluarkan yang memiliki komorbid berat, kita mengeluarkan yang juga pernah terkena Covid-19 positif, kita mengeluarkan ibu-ibu hamil dan yang masuk kategori eksklusi, jumlah yang menjadi target vaksinasi adalah 181 juta,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (29/12/2020).

Budi mengungkapkan ada lima jalur pengadaan vaksin Covid-19 di Indonesia. Dari lima jalur tersebut, empat di antaranya merupakan jalur bilateral. Untuk jalur bilateral, pemerintah sudah menandatangani kontrak dengan Sinovac sebesar 125 juta dosis, dan memiliki opsi untuk menambahkan. Selain itu, pemerintah juga telah menandatangani kontrak dengan Novavax untuk 130 juta dosis sebagai opsi.

Kemudian, ketiga pemerintah juga akan segera menandatangani kontrak dengan AstraZeneca untuk 100 juta dosis vaksin, sebagian konfirmasi dan sebagian opsi, dan juga akan segera menandatangani kontrak dengan Pfizer untuk 100 juta dosis vaksin dengan sebanyak 50 juta sudah dikonfirmasi dan sisanya adalah opsi. “Kami harapkan finalisasi dengan AstraZeneca dan Pfizer bisa kita selesaikan dalam waktu dekat,” imbuh Budi.

Sumber : Bisnis.com