Benarkah Pasien Diabetes Tidak Boleh Divaksin Covid-19?

Ilustrasi. - Reuters
26 Desember 2020 20:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Orang yang memiliki penyakit diabetes dikabarkan berisiko apabila mendapat vaksin Covid-19.

Hal ini sempat disampaikan Ahli Alergi dan Imunologi Profesor Iris Rengganis beberapa waktu lalu.

Prof Iris menjelaskan, orang dengan penyakit penyerta yang tidak terkontrol seperti diabetes disarankan tidak menerima vaksin. Mereka yang memiliki penyakit komorbid harus dalam kondisi terkontrol untuk mendapat persetujuan vaksinasi dari dokter yang merawat.

Sementara itu, kabar terbaru menjelaskan bahwa menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) pasien diabetes dan hipertensi masuk ke dalam kategori layak menerima vaksin Covid-19.

BACA JUGA: 274 Kasus dalam 24 Jam, Corona Jogja Pecah Rekor di Tengah Liburan

Hal tersebut tertuang di dalam Surat Rekomendasi PAPDI tentang Pemberian Vaksinasi Covid-19 (Sinovac/Inactivated) pada Pasien dengan Penyakit Penyerta atau Komorbid No. 2025/PB PAPDI/U/XII/2020.

Pada lampiran nomor 2, dikatakan bahwa pasien Diabetes Melitus (DM) layak menerima vaksin Covid-19 (Sinovac). Ada catatan menyertai pernyataan tersebut. "Penderita DM tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5% dapat diberikan vaksin," lapor PAPDI.

Lebih lanjut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Indah Fitriani menegaskan bahwa rekomendasi ini didasari oleh hasil pertimbangan pada vaksin Sinovac yang memang sudah ada di Indonesia.

"Data rekomendasi PAPDI tersebut seusuai data dari vaksin Covid-19 Sinovac. Penting diketahui juga bahwa data ini masih bisa berubah karena belum tuntas uji coba-nya," tambah dr Indah melalui pesan singkat, Sabtu (26/12/2020).

Selain pasien penyakit diabetes, penyakit komorbid lainnya yang layak mendapatkan vaksin Covid-19 Sinovac sesuai rekomendasi PAPDI ialah reaksi anafilaksi (bukan akibat vaksinasi Covid-19), alergi obat, alergi makanan, rhnitis alergi, urtikaria, dermatitis atopi, atau juga asma bronkial (dengan catatan jika asma akut, maka disarankan untuk menunda vaksinasi hingga asma terkontrol baik).

Kemudian, penyakit paru obstruktif kronik, tuberkulosis, kanker paru, interstitial lung disease, penyakit hati, obesitas, nodul tiroid, pendonor darah, penyakit gangguan psikosomatis, dan HIV (dengan catatan vaksinasi yang mengandung kuman mati atau komponen tertentu dari kuman dapat diberikan walaupun CD4<200. Perlu dijelaskan ke pasien kalau kekebalan yang timbul dapat tidak maksimal, sehingga dianjurkan diulang saat CD4>200).

Artikel ini telah tayang di Okezone.com berjudul "Pasien Diabetes Tidak Boleh Divaksin Covid-19, Benarkah?"

Sumber : Okezone.com