Sebanyak 28 Pengikut Rizieq Digiring ke Wisma Atlet karena Reaktif

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab. - ANTARA FOTO /Arif Firmansyah
20 Desember 2020 00:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pihak Polda Metro Jaya telah mengangkut total sebanyak 28 orang pengikut Rizieq Shihab ke Rumah Sakit Wisma Atlet lantaran reaktif berdasarkan hasil tes cepat (rapid test) Covid-19 ketika berunjuk rasa di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat.

"Ada 28 yang reaktif dan kita tes usap [swab test] di Wisma Atlet. Kita sudah masukan ke sana," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi, Sabtu (19/12/2020).

Saat ini pihak kepolisian sedang menunggu hasil pemeriksaan oleh tim medis di RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Kita tunggu dari Wisma Atlet, kita serahkan kepada di sana yang berkompeten. Hasilnya seperti apa yang tahu dari sana semuanya," tambahnya.

Baca juga: Tarif Rapid Antigen di Jawa Maksimal Rp250.000

Diberitakan sebelumnya, anggota Polda Metro Jaya membubarkan paksa masa aksi "1812" yang berasal dari beberapa ormas, antara lain Persaudaraan Alumni (PA) 212, FPI dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat.

Pihak kepolisian telah menegaskan tidak memberi izin kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum kepada para simpatisan Rizieq Shihab.

Yusri menjelaskan Polda Metro Jaya tidak memberikan izin rencana aksi menuntut pembebasan Rizieq itu karena masa pandemi sehingga berpotensi terjadi kerumunan yang menimbulkan klaster COVID-19.

"Di masa pandemi COVID-19 ini penularan di Jakarta cukup tinggi, kita harapkan mereka bisa mengerti bahwa tidak boleh ada kegiatan yang sifatnya berkerumun," ujar Yusri.

Baca juga: Sekeluarga Gagal Terbang ke Medan Gara-Gara Rapid Test Palsu

Berdasarkan hal itu, Polda Metro Jaya dibantu TNI dan Pemprov DKI menggelar operasi kemanusiaan guna memutus rantai COVID-19.

Yusri menuturkan aparat Polri dan TNI juga melakukan 3T (testing, tracing dan treatment) di wilayah untuk operasi skala besar dan preventif memutus potensi penularan COVID-19.

Sumber : Antara