Kasus Covid-19 Tinggi, Rencana Pembelajaran Tatap Muka untuk Siswa di Magelang Ditunda

Ilustrasi. - Freepik
19 Desember 2020 10:07 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG- Rencana Pemerintah Kabupaten Magelang menunda rencana pembelajaran tatap muka yang akan dilakukan pada awal 2021. Penyebabnya kasus Covid-19 masih tinggi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Mantep Sudarsono mengatakan kegiatan pembelajaran dari siswa PAUD, SD, SMP di Kabupaten Magelang hingga saat ini masih menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh.

Sebelumnya, Dinas sudah merencanakan untuk semester genap nanti akan mengadakan pembelajaran dengan tatap muka (TTM). Selain itu Dinas juga sudah menyiapkan beberapa hal mulai dari permohonan izin kepada Bupati Magelang dan juga sosialisasi pembelajaran dan tatap muka, ditambah lagi surat izin dari orang tua. Polanya pun sudah disiapkan dengan sistem masuk 50 persen.

Baca juga: Operasi Lilin Candi di Magelang Fokus Tegakkan Prokes Covid-19 Saat Libur Nataru

"Namun demikian, dengan adanya surat edaran dari Gubernur Jawa Tengah, maka pembelajaran tatap muka harus ditunda kembali dan tetap melakukan pembelajaran secara daring mengingat angka penularan Covid-19 masih relatif tinggi," ungkap, Mantep saat Pers Conference Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang di Command Center, SetKab Magelang, Jumat (18/12/2020).

Lebih lanjut ia mengimbau agar pada libur Natal dan Tahun baru ini, orang tua tidak membawa siswa keluar kota.

"Tetep neng omah wae, sinau (tetap di rumah saja dan belajar) untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19," tuturnya.

Mantep menambahkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Merapi yang saat ini pada status Siaga atau level III, pihaknya juga mengadakan beberapa macam kegiatan antara lain mendata siswa yang berada di lokasi penampungan/pengungsian, mengirimkan petugas di posko BPBD (setiap hari 2 orang) serta mendirikan posko antisipasi bencana Merapi di Disdikbud.

Baca juga: SNMPTN-SBMPTN 2021: Foto Selfie Bisa Bikin Siswa Gagal

"Selain itu juga mengadakan kegiatan trauma healing. Tim kami [Disdikbud] datang di tempat-tempat pengungsian untuk memberikan pelayanan trauma healing dan menyalurkan bantuan berupa alat-alat permainan bagi anak-anak," beber, Mantep.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi mengatakan data Jumat (18/12/2020) ada tambahan 231 pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Magelang. Dari jumlah itu, 61 diantaranya berasal dari swab masif.

Untuk tambahan saat ini, terbanyak berasal dari Mertoyudan 52 orang. Kemudian Tempuran 32, Mungkid 28, Secang 16, Borobudur 13, Bandongan 12, Kajoran dan Salam, masing-masing 11 orang. Kemudian Dukun 9, Salaman 8, Tegalrejo 8, Srumbung 7, Candimulyo 7, Grabag 6, Sawangan 5, Muntilan 2, Ngluwar 2 dan Pakis 2.

"Dengan masih adanya jumlah pasien terkonfirmasi positif ini menandakan jika Virus Corona di Kabupaten Magelang masih ada," ungkap Nanda.

Terkait hal itu, ia meminta kepada masyarakat agar mentaati Inpres No. 6 Tahun 2020 dan Perbub Kabupaten Magelang No. 38 Tahun 2020 tentang pendisiplinan dan penegakan hukum protokol kesehatan. Di antaranya melakukan pengecekan suhu tubuh, pakai masker, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, jaga jarak minimal satu meter dan menghindari kerumunan serta disiplin mematuhi protokol kesehatan.