KRI Sriwijaya-100 Siap Jalankan Operasi, Fokus Misi Kemanusiaan
KRI Sriwijaya-100 resmi masuk TNI AL. Kapal induk ini siap menjalankan tugas negara, terutama misi kemanusiaan dan OMSP.
Sejumlah lulusan SMA mencari informasi hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 di Depok, Jawa Barat, Jumat (14/8/2020)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maupun Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) diminta agar benar-benar memperhatikan foto yang digunakan untuk pendaftaran.
"Misalnya ada peserta yang tidak fokus dan tidak niat, fotonya tidak disiapkan dengan baik. Kemudian ada juga yang fotonya selfie, dengan pacar, foto kucingnya, ada yang dengan keluarga, dan bahkan dari belakang. Foto diri yang harus dilengkapi harus foto dari depan dan sesuai aturan yang ditetapkan," ujar Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Mohammad Nasih dalam sosialisi Seleksi Masuk PTN 2021 yang dipantau dari Jakarta, Selasa (15/12/2020).
Nasih menegaskan, bahwa peserta yang tidak melengkapi foto diri dengan baik, maka peluang masuk PTN kecil karena tidak diproses oleh LTMPT.
"Sejak awal peserta dengan foto diri yang tidak sesuai, tidak akan diproses dengan LTMPT karena dianggap curang. Jangan sampai sudah tes berat-berat, tapi tidak lulus karena masalah foto," ujar dia.
Baca juga: Kasus Covid Masih Naik, Pemerintah Godok Aturan Perjalanan Nataru
Nasih juga meminta agar siswa dan sekolah untuk memperhatikan beberapa hal agar siswanya tidak gagal dalam seleksi SNMPTN dan SBMPTN.
LTMPT sering mendapatkan komplain, terutama pada langkah awal pembuatan akun.
Ada beberapa siswa maupun sekolah yang terkadang teledor dan tidak menyelesaikan proses secara tuntas, data tidak sinkron dan tidak memberikan informasi apapun.
"Jika hal demikian terjadi, maka mohon maaf tidak bisa lanjut ke tahap berikutnya," kata dia.
Dia juga mengingatkan siswa maupun sekolah, jika menemui kendala sejak awal untuk komplain pada LTMPT.
Jika terlambat, maka LTMPT tidak bisa menerima komplain karena proses sudah tutup dan tidak memungkinkan adanya pembetulan.
Untuk pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), katanya, hanya siswa dan sekolah yang layak yang bisa mengisi di PDSS tersebut.
Baca juga: Ditangkap KPK, Calon Petahana Ini Tetap Raup Banyak Suara di Pilkada 2020
"Paling penting terletak pada perbedaan, misalnya ada yang model SKS ada yang non-SKS. Di samping itu, untuk kawan-kawan yang mengikuti kelas percepatan atau akselerasi kerap mengalami kendala dalam proses. Mohon dicek benar, sebelum melakukan pendaftaran," ujar dia.
Nasih juga mengingatkan adanya perbedaan persepsi antara siswa, orangtua dan sekolah terkait dengan perankingan.
Dalam hal itu, Nasih mengingatkan siswa untuk berkoordinasi dengan sekolah karena LTMPT hanya memproses data yang masuk.
Dalam kesempatan itu, Nasih juga berpesan agar peserta realistis dengan program studi yang dipilihnya serta menyiapkan strategi agar dapat diterima di PTN tujuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KRI Sriwijaya-100 resmi masuk TNI AL. Kapal induk ini siap menjalankan tugas negara, terutama misi kemanusiaan dan OMSP.
Kebakaran di Sleman melonjak saat musim kemarau. Hingga 14 September 2026 tercatat 61 kejadian, mayoritas merupakan kebakaran lahan.
Data PHK 2026 mencapai 53.490 pekerja hingga Agustus. Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah PHK terbanyak, mencapai 10.880 tenaga kerja.
Bank Jateng menjadi kandidat Prasasta Gala Awards 2026 kategori kontribusi bank pembangunan daerah bagi Jawa Tengah atas perannya mendukung pembangunan
Kasus dugaan pungli terhadap food truck Bolosego di Alkid Jogja masih didalami. Polisi belum menetapkan tersangka dan terus memeriksa saksi.
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health