Epidemiolog Tak Yakin Indonesia Mampu Vaksinasi 16 Juta Orang per Bulan

Petugas kesehatan menunjukan vaksin saat simulasi uji klinis vaksin Covid-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). - Antara
19 Desember 2020 09:37 WIB Fitri Sartina Dewi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono meragukan pernyataan Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin yang menyebut Indonesia mampu melakukan vaksinasi kepada 16 juta orang per bulan.

Pandu mengaku tidak yakin Indonesia dapat melakukan vaksinasi kepada 16 juta orang per bulan. Dia menyebut target pemerintah itu terlalu optimistis.

"Wah, saya kok tidak yakin dengan pernyataan Pak Budi G. Terlalu optimis, seakan-akan proses vaksinasi seperti industri manufaktur dengan robot dan otomatisasi," kata Pandu melalui cuitan pada akun twitternya @drpriono1, Jumat (18/12/2020).

Pandu pun mengusulkan agar pemerinta sebaiknya membuat pemetaan layanan yang realistis terkait program vaksinasi untuk mengatasi pandemi Covid-19.

"Coba deh, buat pemetaan layanan yang realistis, identifikasi semua kendala yang ada," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa Indonesia mampu melakukan vaksinasi Covid-19 kepada 16 juta orang per bulan.

Budi yang juga Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi (PEN) ini mengaku mendapat penghitungan mengenai kemampuan vaksinasi itu setelah menghubungi asosiasi rumah sakit swasta, rumah sakit BUMN hingga klinik.

"Kami cek awal ada 11 ribu yang siap. Dari situ tenyata kapasitasnya 16 juta suntikan per bulan manusia, 32 juta vaksin," kata Budi dalam diskusi daring, Jumat (18/12/2020).

Bahkan, Budi mengatakan sebagian puskesmas di Indonesia juga sudah dilengkapi alat pendingin untuk menyimpan vaksin Covid-19.

Dia pun memastikan telah melakukan verifikasi terkait informasi yang diperoleh tersebut kepada UNICEF. Dari sana, dia mengklaim bahwa data tersebut valid.

"Saya sudah bikin checklist-nya kerja sama dengan Unicef untuk memverifikasi benar enggak. Saya dapat angkanya segitu. Kata Unicef bisa," ujarnya.

Oleh karena itu, dalam hal vaksinasi Covid-19, Budi mengatakan persoalan terbesar justru terdapat pada pengadaan vaksin. "Jadi kemampuan kita vaksinasi bisa, tapi bagaimana penyediaan vaksinnya."

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia