Kemenkominfo: Indonesia Mulai Gunakan 5G pada 2021

Warga menggunakan smartphone berjalan melewati papan Taman 5G di markas Huawei Technologies Co. di Shenzhen, China, Rabu(22/5/2020).Bloomberg - Qilai Shen
18 Desember 2020 08:27 WIB Leo Dwi Jatmiko News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah berupaya untuk menghadirkan 5G ke Indonesia pada tahun depan. Hal itu dilakukan tanpa melupakan pemerataan jaringan 4G di sejumlah desa yang belum terlayani.

Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemeterian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Widodo Muktiyo mengatakan pemerintah memiliki komitmen kuat dalam pengembangan 5G.

Untuk menghadirkan teknologi generasi kelima, kata Widodo, membutuhkan lompatan yang lebih besar dibandingkan saat 3G beralih ke 4G. Oleh sebab itu, Kemenkominfo membentuk gugus tugas pada tahun ini untuk mempersiapkan lompatan ke 5G.  

“Tahun 2021 kita akan mulai menggunakan 5G,” kata Widodo dalam diskusi virtual yang diselenggarakan oleh Forest Interactive, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Kasus Covid Masih Naik, Pemerintah Godok Aturan Perjalanan Nataru

Selain membentuk gugus tugas, upaya dalam mempercepat akselerasi 5G ke Tanah Air adalah melalui lelang frekuensi 2,3 GHz yang diselenggarakan pada tahun ini.

Kabar terakhir, ada tiga operator yang lolos seleksi penggunaan pita frekuensi radio 2,3 Ghz rentang 2.360 – 2.390 Mhz, yaitu PT Smart Telecom Tbk (Smartfren), kedua adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri).

Sementara itu, Head of Strategic Engagement GSMA Asia Pasific Kevin Henry mengatakan desakan publik terhadap koneksi internet yang lebih cepat dan latensi yang rendah di masa pandemi makin tinggi. 

Pandemi mendorong adopsi teknologi untuk menopang aktivitas bisnis/ekonomi dan koneksi keseharian menjadi lebih efisien.

“Maka, upaya menghadirkan jaringan 5G dapat segera diakses oleh publik pun kembali menggeliat di masa pemulihan,” kata Kevin.

Tawarkan 5G

GSMA Intelligence mencatat pada September 2020 ada 101 operator seluler yang tersebar di 45 negara menawarkan layanan 5G.

Sementara itu, 77 operator telah mengumumkan peluncuran layanan seluler 5G. Khusus di Asia Pasifik, ada 9 negara yang meluncurkan layanan 5G secara komersial, 12 lainnya telah secara resmi mengumumkan rencana peluncuran. 

Baca juga: Syarat Naik Kereta Api Perlu Swab Antigen? Ini Penjelasan KAI

CEO Forest Interactive Johary Mustapha pandemi Covid-19 juga telah melahirkan tren pasar baru di industri telekomunikasi tahun 2021.

Dari Whitepaper Forest Interactive bertajuk “Telecommunications Industry Roundup 2020”, tren pasar itu meliputi peningkatan permintaan terhadap solusi mulai dari entertainment, rumah yang terhubung dengan IoT, gaming, aktivitas sosial, kesehatan, hingga edukasi digital.

“Intinya, seluruh pelaku penyedia layanan digital harus memaksimalkan keahlian mereka untuk menjadi mitra utama bagi konsumen dalam dalam mewujudkan tujuan transformasi digital,” kata kata Joe.

Sumber : bisnis.com