Ada-Ada Saja, Kades di Klaten Ini Jaminkan Sepatunya karena Tak Bawa Uang Saat Beli Nasi Goreng

Kades Glodogan, Klaten Selatan Zaenal Arifin. - Istimewa/Dokumentasi pribadi
16 Desember 2020 22:17 WIB JIBI News Share :

Harianjogja.com, KLATEN – Ada-ada saja kejadian unik di Klaten, Seorang kepala desa yakni Kades Glodogan, Kecamatan Klaten Selatan, Zaenal Arifin, meninggalkan sepatu bermereknya saat makan di Warung Bakmi Dhemit, Mojayan, Klaten Tengah, Selasa (15/12/2020) siang.

Kejadian unik ini terekam video dan sudah menyebar di beberapa Whatsapp Group (WAG) di tengah masyarakat di kawasan Mojayan dan sekitarnya. Kejadian ini bermula saat kades yang juga tukang penggali kubur di Glodogan itu lupa membawa dompet saat makan di warung itu setelah mengurus surat kematian salah seorang warganya di Rumah Sakit Islam (RSI) Klaten, Selasa (15/12/2020).

Saat perjalanan pulang, Zaenal Arifin menghentikan sepeda motor dinasnya, Yamaha NMax warna merah di depan Warung Makan Bakmi Dhemit Mojayan, Klaten Tengah. Maklum saja, saat itu sudah jam makan siang.

Baca juga: Ada Taman Pintar Hingga Embung, Selatan Jogja Jadi Kawasan Wisata Baru Terintegrasi

Di warung bakmi di Mojayan tersebut, Zaenal Arifin memesan nasi goreng satu porsi lengkap dengan telur mata sapi dan dua gelas es teh. Dia juga menyantap satu rempeyek dan kerupuk.

Selesai makan, Zaenal Arifin mendatangi kasir. Setelah diberi tahu nominal yang harus dibayar, Zaenal Arifin langsung merogoh dompet di saku celananya. Begitu tidak menemukan dompetnya, Zaenal Arifin mulai kebingungan.

Di hadapan wanita penjaga kasir, Zaenal Arifin yang mengenakan peci hitam, kemeja batik, dan sepatu hitam itu berterus terang mengaku tidak membawa dompet.

Spontan, Zaenal Arifin langsung meminta maaf kepada petugas kasir dan pemilik warung. Di kesempatan itu, Zaenal Arifin juga menjelaskan bahwa dirinya benar-benar lupa membawa dompet.

Baca juga: Patut Ditiru! Kalah di Pilkada Sleman, Paslon 1 & 2 Ucapkan Selamat ke Kustini-Danang Maharsa

Selanjutnya, Kades Glodogan itu langsung membuka kemeja batiknya untuk ditinggal di warung sebagai jaminan. Meski ditolak pemilik warung, Zaenal Arifin tetap ingin meninggalkan barang di warung sebelum pulang ke rumahnya.

Di lokasi itu, Zaenal Arifin yang pernah bertugas sebagai prajurit TNI di usia mudanya itu juga menjelaskan bahwa dirinya merupakan seorang kades di Glodogan. Sehingga, Zaenal Arifin bertekad bertanggung jawab.

Lantaran pemilik warung tidak mau ditinggali baju, Zaenal Arifin berinisiatif meninggalkan sepatu bermereknya di warung bakmi tersebut. Sepatu bermerek Handymen Original black milik Zaenal Arifin itu senilai kurang lebih Rp300.000.

Sesampai di rumah, pria kelahiran 1 April 1968 itu langsung mengambil dompet dan kembali ke warung bakmi di Mojayan untuk membayar makanan dan minuman yang telah dimakan/diminum. Setelah utangnya dibayar, Zaenal Arifin dipersilakan mengambil sepatu bermereknya.

"Malunya minta ampun saat itu. Saya memang tak membawa dompet. Sementara, handphone (HP) saya, baterainya low batt. Akhirnya, sepatu dinas saya tinggal sebagai jaminan. Sekitar 20 menit kemudian, saya kembali ke warung itu untuk menebusnya," kata Zaenal Arifin, kepada Solopos.com, Rabu (16/12/2020).

Sumber : Solopos.com