Ganti Rugi Terdampak Tol Jogja-Solo di Boyolali Mulai Dibayarkan

Warga terdampak tol Solo-Jogja menerima pembayaran uang pengganti di Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, Selasa (15/12/2020). - JIBI/Bayu Jatmiko Adi
16 Desember 2020 14:37 WIB Bayu Jatmiko Adi News Share :

Harianjogja.com, BOYOLALI - Pembayaran uang pengganti lahan terdampak pembangunan Tol Solo-Jogja untuk warga Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali, terlaksana, Selasa (15/12/2020). Pembayaran uang pengganti lahan dilakukan secara berkelanjutan dan bertahap.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Boyolali, yang juga Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah Jalan Tol Kulonprogo-Jogja-Solo, Kasten Situmorang, mengatakan pada hari tersebut dilakukan pembayaran untuk lahan terdampak tol di Desa Kuwiran.

BACA JUGA : Tolak Nilai Ganti Rugi Tol Jogja-Solo, Warga Sleman: Kami

"Pembayaran dilakukan bertahap. Sampai hari ini tahapan sudah berjalan baik. Kami mengapresiasi kepada masyarakat dan semua pihak yang membantu program ini hingga berjalan dengan baik," kata dia kepada wartawan di Kantor Desa Kuwiran, Selasa (15/12/2020).

Sementara itu PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Kulonprogo-Jogja-Solo, Wijayanto, mengatakan pada hari itu dilakukan pembayaran tahap kedua untuk warga terdampak di Kabupaten Boyolali.

"Hari ini ada pembayaran sekitar 75 bidang, hampir senilai Rp97 miliar di Kuwiran. Ini tahap kedua di Boyolali. Harapan kami nanti di tahap tiga dan empat untuk selanjutnya di Boyolali sebelum Desember berakhir sudah terbayar semua," kata dia.

Sedangkan untuk tahap pertama sudah dibayarkan sekitar Rp65 miliar untuk sekitar 30 bidang. Sementara untuk ganti lahan tersebut, Wijayanto mengatakan nilainya beragam setiap bidangnya.

BACA JUGA : Ini Dua Pedukuhan yang Jadi Prioritas Pembayaran Ganti

Berdasarkan pantauan, ada satu bidang tanah terdampak yang mendapatkan ganti senilai sekitar Rp1 miliar. Ada pula yang mencapai Rp3 miliar dengan luas sekitar 2.380 meter persegi.

Salah satu warga, Rahmanto, mengatakan ada enam bidang tanahnya yang terdampak pembangunan jalan tol tersebut. Pada hari itu dia pun ikut mengantre dalam kegiatan pembayaran pengganti lahan di Kantor Desa Kuwiran.

"Ada enam bidang yang terkena. Nilainya berbeda-beda setiap bidangnya karena luasnya juga berbeda-beda," kata dia.

Sumber : JIBI/Solopos