Lahan Tergusur 1 Meter Persegi untuk Tol Jogja-Solo, Pria Ini Dapat Rp1 Juta

Ilustrasi - Freepik
26 November 2020 18:27 WIB Ponco Suseno News Share :

Harianjogja.com, KLATEN—Darusalam, 62, warga Purwogondo RT 001/RW 011, Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah, merelakan tanah pekarangannya seluas satu meter persegi tergusur proyek Tol Jogja-Solo. Darusalam akan tetap menempati rumahnya yang kelak berdempetan dengan jalan tol.

Sebanyak 84 orang di Sidoharjo, Polanharjo mengikuti Musyawarah Penetapan Ganti Kerugian Pengadaan Tanah Jalan Tol Kulonprogo-Jogja-Solo di balai desa setempat, Rabu (25/11/2020) pukul 09.00 WIB-16.00 WIB. Musyawarah tersebut juga dihadiri Pemdes Sidoharjo, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, PT Jogja Solo Marga Makmur, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Lembaga Manajemen Aset Negara, Bank Mandiri, dan tamu undangan lainnya.

BACA JUGA: Ganti Rugi Jalan Tol Jogja-Solo Jauh dari Angan-Angan, Warga Kecewa Berat

"Saya memiliki rumah dan pekarangan seluas 305 meter. Dari luasan itu, ada tanah satu meter persegi di pekarangan yang terkena Tol Jogja-Solo [dihargai Rp1 juta dalam ganti rugi lahan]. Sebenarnya saya ikhlaskan tanah satu meter ini, tapi saya dioyak-orang perangkat desa untuk tetap mengurus administrasinya. Sesuai rencana, duit Rp1 juta itu akan saya kantongi terlebih dahulu jika sudah cair," kata Darusalam, saat ditemui wartawan di rumahnya, Rabu (25/11/2020).

Darusalam mengatakan lokasi rumahnya ke depan akan berdempetan langsung dengan jalan tol. Meski seperti itu, Darusalam tak akan pindah dari lokasi tersebut.

"Rumah saya nanti akan berada di pinggir jalan tol persis. Meski bising, saya tetap akan tinggal di sini. Saya enggak akan pindah karena warisan leluhur. Saya di sini tinggal bersama anak dan cucu saya," katanya.

BACA JUGA: Muncul Nama Rektor IPB Arif Satria Jadi Kandidat Pengganti Edhy Prabowo

Kepala Desa (Kades) Sidoharjo, Kecamatan Polanharjo, Trimanto, mengatakan total lahan di desanya yang terdampak jalan tol Solo-Jogja mencapai 100-an bidang. Dari jumlah tersebut dimiliki 84 orang.

"Semua warga di sini relatif setuju dengan pembangunan jalan tol. Soalnya ini proyek strategis nasional juga. Dari 100-an bidang tanah yang terkena jalan tol, tak ada tanah kas desa. Semua milik warga. Saat ganti rugi, ada warga yang memperoleh Rp1 miliar. Tapi ada juga yang memperoleh sedikit, bahkan ada yang diterjang satu meter persegi saja. Seperti milik Pak Darusalam dan Pak Tumini Kiswoharjono. Di luar itu, ada yang enam meter persegi (milik Iskandar) dan delapan meter persegi (milik Haryati)," kata Trimanto.

Trimanto mengatakan ganti rugi yang ditawarkan tim appraisal jauh di atas harga pasaran tanah di Sidoharjo. Rata-rata, tanah di Sidoharjo dihargai Rp610.000 per meter persegi. Sementara, harga tanah di pasaran di kawasan Sidoharjo senilai Rp400.000.

BACA JUGA: 78 Santri Ponpes di Gamping Positif Covid-19, Ini Kronologinya

"Dengan harga seperti itu, warga terdampak jalan tol masih bisa mencari lahan pengganti. Bahkan bisa mencari dua lahan baru dan masih ada sisanya. Soalnya harga Rp400.000 per meter persegi itu sudah harga maksimal di pasaran. Kalau dari warga, mintanya nilai ganti rugi lebih tinggi lagi. Tapi, tim appraisal memiliki penilaian sendiri. Kalau dari pemdes, yang penting semuanya lancar dan kondusif," katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah BPN Klaten, Sulistiyono, mengatakan hingga sekarang belum menerima laporan warga terdampak jalan tol Solo-Jogja yang menolak nilai yang diajukan tim appraisal. Selain di Sidoharjo, musyawarah penetapan nilai ganti rugi sudah dilakukan di Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo.

"Di Kahuman semua warga menerima. Di Sidoharjo hari ini, juga tak ada komplain [hingga siang hari]," katanya.