Advertisement
16 Bendungan Baru Akan Dibangun Sampai dengan 2024
Foto udara proyek Bendungan Cipanas di Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (21/7/2020). Pemerintah menargetkan pembangunan Bendungan Cipanas yang merupakan proyek strategis nasional dengan volume tampungan air sebesar 250 juta meter kubik tersebut akan rampung pada 2022 mendatang. ANTARA FOTO - Raisan Al Farisi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menargetkan pembangunan 16 bendungan baru selama periode 2020—2024.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan untuk mengantisipasi permintaan bahan pangan yang kiat meningkat, produksi harus ditambah yang tentunya didukung sistem pertanian di Indonesia.
Advertisement
Salah satu komponen utama keberhasilan produksi beras adalah ketersediaan air karena hasil produksi beras itu sebesar 18 persen dipengaruhi oleh ketersediaan air.
“Oleh karena itu, jaringan irigasi terus diukur secara teknis. Untuk menjamin ketersediaannya PUPR terus membangun bendungan baru," ujarnya dalam webinar Jakarta Food Security 5 yang digelar Kadin Indonesia, Rabu (18/11/2020).
Basuki menyebutkan bahwa ada empat proyek bendungan yang selesai dibangun tahun ini yaitu Bendungan Tukul di Jawa Timur, Tapin di Kalimantan Selatan, Passelloreng di Sulawesi Selatan, dan Napungete di Nusa Tenggara Timur.
Kemudian, PUPR akan terus melanjutkan proyek pembangunan 45 bendungan yang berjalan, serta akan membangun 16 proyek bendungan baru, di antaranya berada di Sumatra Selatan, Jambi, Banten, Kalimantan Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.
Data PUPR mencatat bahwa daya tampung bendungan di Indonesia sampai 2019 mencapai 13,53 miliar meter kubik dari total 235 bendungan, naik dibandingkan dengan periode 2014 yang sebesar 12,42 miliar meter kubik dari total 220 bendungan.
"Pada akhir 2024 nanti target daya tampung bendungan di Indonesia akan sebesar 16,25 miliar meter kubik dari sekitar 281 bendungan di mana 61 bendungan yang sedang dibangun akan ditargetkan selesai pada 2024," ujar Basuki.
Dari total daya tampung air di bendungan tersebut, akan dikonversi menjadi sejumlah layanan seperti jaringan irigasi, layanan air baku, layanan reduksi banjir, serta layanan energi listrik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Sebelum ke Beijing, Trump Kejar Gencatan Senjata dengan Iran
- Deadline LHKPN 31 Maret: 96.000 Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Panic Buying di Jepang, Tisu Toilet Ludes Dipicu Konflik Timur Tengah
Advertisement
THR Gunungkidul Aman, Tak Ada Aduan Masuk hingga Posko Ditutup
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Gerai KDMP di Gunungkidul Mencapai 20, Lahan Jadi Sorotan
- Pelecehan Berlangsung 8 Tahun, DPR Kejar Keadilan Korban Syekh AM
- Dentuman di Langit Israel, Warga Terluka dan Bangunan Rusak
- Trump Ingin Konflik Iran Cepat Usai, Tekanan Justru Meningkat
- Pantai Gunungkidul Padat, Ancaman Ombak Tinggi Mengintai
- Puasa Intermiten Sering Gagal Karena Ngemil Ini Solusinya
- Jelang EPA, PSS U19 Fokus Bangun Mental dan Kekompakan
Advertisement
Advertisement







