Koperasi dan Perajin Kayu Terdampak Covid Diajak Bangkit

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito menyerahkan bantuan kepada perwakilan penerima di Pendopo Pengabdian, Rabu (11/11/2020). - Ist/ Dok Prokompim Pemkot Magelang
12 November 2020 15:37 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG – Sebanyak 10 koperasi dan 35 perajin kayu di Kota Magelang, Jawa Tengah diberi bantuan pemulihan ekonomi. Mereka merupakan jenis usaha yang ikut terdampak pandemi Covid-19.

Kabid Koperasi dan Usaha Mikro Disperindag Kota Magelang, Herwanto Tri S mengungkapkan meski ikut terpuruk karena pelemahan ekonomi dampak pandemi, koperasi di Kota Magelang tidak ada yang sampai mati.

Di Kota Magelang terdapat sekitar 235 koperasi berbagai jenis. Dari total itu, sebanyak 40% terdampak pandemi Covid-19 dan rata-rata merupakan koperasi masyarakat.

“Meski terdampak, tapi sejauh ini tidak ada koperasi yang mati. Karena itu, dengan adanya bantuan ini diharap koperasi tidak sampai mati, bahkan dapat membantu para anggotanya baik berupa modal maupun bahan,” katanya di sela kegiatan pemberian bantuan, Rabu (11/11/2020).

Baca juga: Cegah Covid-19, Wagub DKI Minta Rizieq Atur Jadwal Kunjungan Tamu

Selain koperasi, menurutnya perajin kayu ini juga turut terdampak Covid-19, tapi belum mendapatkan bantuan. Dibandingkan dengan usaha makanan dan minuman yang sudah mendapat bantuan, para perajin kayu baru kali ini mendapatkan bantuan.

“Usaha yang berhak mendapatkan bantuan kan banyak sekali, tapi belum tentu semuanya sudah menerima bantuan. Maka, kita lakukan bertahap untuk menyalurkan bantuan ini. Salah satunya kita sekarang cairkan bantuan untuk perajin kayu,” jelasnya.

Kepala Disperindag Kota Magelang, Catur Budi Fajar Sumarmo mengatakan ada 10 kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan ini. Di antaranya seperti koperasi yang terdampak pandemi Covid-19, lalu memiliki aset paling banyak Rp1 M per 30 Juni 2020, dan sudah melaksanakan rapat anggota tahunan paling sedikit satu kali,

"Bantuan penguatan modal ini berasal dari dana tak terduga APBD Kota Magelang. Tujuannya agar jangan sampai koperasi berhenti beroperasi, bahkan bisa membantu para anggotanya," jelasnya.

Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito kepada perwakilan penerima di Pendopo Pengabdian, Rabu (11/11/2020). Bantuan setiap koperasi sebesar Rp25 juta, sedangkan untuk perajin kayu sebesar Rp3,5 juta per perajin.

Dalam sambutannya, Sigit Widyonindito mengatakan bantuan yang diberikan kepada koperasi penting, karena lembaga ini merupakan soko guru ekonomi. Koperasi juga berperan dalam mengembangkan usaha para anggotanya.

“Saya berharap koperasi terus kembangkan usahanya menjadi lebih baik lagi. Jangan putus asa dan menyerah dengan adanya pandemi Covid-19 ini. Tetap melayani dan jaga kualitas pelayanan,” tandasnya.

Baca juga: Para Pria Hati-Hati, Virus Corona Bisa Pengaruhi Kesuburan

Sigit mengakui memang masih banyak koperasi yang belum mendapat bantuan. Bantuan ini pun dilakukan secara bertahap dan dirumuskan terlebih dahulu oleh Disperindag.

“Koperasi secara tidak langsung membantu ekonomi lemah, maka wajar pemerintah memberikan perhatian ke koperasi ini. Di tengah pandemi ini kita berharap tidak ada koperasi yang mati, justru makin berkembang,” ungkapnya. (*)