8 WNI yang Sedang Umrah Positif Covid-19 di Arab Saudi

Umat Islam melakukan Tawaf keliling Ka'bah sebagai bagian dari pelaksanaan ibadah Umrah di Masjidil Haram, Makkah Al Mukarramah, Arab Saudi, Jumat (3/5/2019). - Antara/Aji Styawan
11 November 2020 18:37 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) mencatat delapan orang yang sedang umrah asal Indonesia positif Covid-19 di Arab Saudi.

Delapan orang tersebut berasal dari dua gelombang keberangkatan awal yang terbang ke Arab Saudi untuk melaksanakan fase uji coba pelaksanaan umrah. Meski begitu seluruh syarat telah dipenuhi Indonesia untuk penerbangan ini.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Amphuri Firman M Nur mengatakan total jemaah yang diberangkatkan dari tiga penerbangan mencapai 400 orang. Mereka berangkat pada 1, 3 dan 8 November 2020.

Dia menjelaskan bahwa temuan itu diketahui setelah jemaah menjalani tes swab saat tiba di Arab Saudi. Dari rombongan pertama, total ditemukan lima jemaah positif. Sisanya ditemukan dari jemaah pada rombongan kedua.

“Alhamdulillah di rombongan ketiga setelah di swab ulang tidak ditemukan [jemaah] positif sama sekali. hanya di awal ditemukan, di [penerbangan] kedua ditemukan namun jumlahnya tidak signifikan. Tidak lebih dari 8 sebetulnya,” katanya kepada JIBI, Rabu (11/11/2020).

Adanya jemaah positif Covid-19 ini berimbas pada jemaah pada dua gelombang tersebut. Mereka tidak diizinkan menjalani ibadah salat lima waktu di Masjidil Haram. Jemaah hanya diberikan izin melaksanakan ritual umrah di masjid suci itu.

Sementara itu, jemaah gelombang ketiga diperkirakan tetap diperbolehkan melaksanakan salat lima waktu di Masjidil Haram. Selain dikarantina, jemaah gelombang ketiga juga diperbolehkan salat di Masjid Nabawi Madinah.

Di sisi lain, Amphuri meminta jemaah memperhatikan seluruh protokol yang ditetapkan oleh Arab Saudi. Dia menyebut seluruh tindak tanduk jemaah secara perorangan akan berdampak pada seluruh jemaah yang diberangkatkan.

“Kita harapkan seluruh jemaah dan siapapun yang berharap berangkat ke Tanah Suci memastikan dirinya menjadi pribadi jemaah yang bertanggung jawab pada dirinya dan bertanggung jawab untuk orang lain,” terangnya.

Sebelumnya, Kementerian Agama meminta jemaah dan penyelenggara umrah di Arab Saudi menaati protokol kesehatan Covid-19 yang ditetapkan Kerajaan Saudi. Pelaksana Tugas Direktur Penyelenggaraan Haji dan Umrah Oman Fathurahman meminta jemaah dan travel taat pada aturan yang dikeluarkan Raja Salman.

“Kemenag berharap agar calon jemaah umrah, dan travel, betul-betul disiplin mematuhi protokol kesehatan yang diterapkan pihak Saudi,” katanya.

Komentar ini dikeluarkan Kemenag seiring dengan adanya jemaah yang tidak disiplin dalam menerapkan protokol saat pelaksanaan ibadah umrah.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia