Advertisement
Pemerintah Pastikan Vaksin Covid-19 Lalui Tahapan Uji Praklinis & Aman Bagi Manusia
Sebuah botol kecil berlabel Vaksin diletakkan di dekat jarum suntik medis di depan tulisan Coronavirus Covid-19" pada (10/4/2020). - Antara\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah memastikan vaksin Covid-19 aman bagi manusia karena telah melalui tahapan uji praklinis dan klinis. Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmita mengatakan bahwa pada prinsipnya vaksin tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.
“Apabila seseorang divaksinasi, vaksin yang masuk ke dalam tubuh akan menstimulasi imunitas tubuh dan pemerintah memastikan bahwa vaksin Covid-19 ini aman digunakan oleh manusia karena harus melalui tahapan praklinis dan klinis,” jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (10/11/2020).
Advertisement
BACA JUGA : Soal Vaksinasi Covid-19 di Jogja, Ini Kata Sultan
Hal itu diisampaikannya karena hasil survey Lembaga Populi Center mengenai penerimaan masyarakat terhadap rencana penggunaan vaksin Covid-19 menunjukkan, sebanyak 60 persen masyarakat mengaku bakal bersedia menggunakan vaksin dari pemerintah, sedangkan sisanya menolak divaksinasi.
Mereka yang menyatakan enggan divaksinasi Covid-19 karena takut memberikan efek samping yang buruk bagi kesehatan hingga takut tetular.
Terpisah, Uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 oleh Bio Farma di Bandung dilaporkan terus berjalan. Untuk mengetahui efikasi vaksin, masih diperlukan data perubahan pada sampel darah dari para relawan.
Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Unpad Kusnandi Rusmil menyebutkan di Bandung 1.620 subjek sudah selesai disuntik. Tinggal diikuti perkembangan kondisinya setelah penyuntikan.
BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Vaksinasi Covid Dimulai November
“Jadi dia itu sebelum disuntik kan diambil darahnya, sebulan akan diambil lagi, 3 bulan dan 6 bulan akan diambil lagi untuk evaluasi kadar imun, keamanan vaksin, dan efikasi vaksin,” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad ini pada dialog produktif KPCPEN, Selasa (10/11/2020).
Kusnandi menjelaskan di antara 1.620 relawan ada yang diberi plasebo. Nantinya, kondisi antara yang diberi vaksin dan yang diberi plasebo akan dibandingkan perbedanya.
“Tapi untuk menemukan efikasi memang sampel harus diambil dari beberapa tempat. Jadi tetap harus menunggu hasil uji klinis di Brasil, Uni Emirat Arab, dan India, yang dilakukan bersama-sama,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Kepuasan Publik ke Trump Turun, Dipicu BBM dan Konflik Iran
- Guru Besar UIN: Kasus Penyiraman Aktivis Harus Dilihat sebagai Oknum
- Arus Balik, Rest Area Tol Cipali Diberlakukan Sistem Buka-Tutup
- Resmi, One Way Nasional Arus Balik Lebaran 2026 Berlaku Mulai Hari Ini
- Puncak Arus Balik 2026: Rest Area KM 62B dan 52B Tol Japek Ditutup
Advertisement
Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Besok Masuk Kerja ASN Bantul Diminta Tancap Gas Meski WFA
- Stok Pangan di Jogja Melimpah Saat Permintaan Lebaran Naik
- Kapal Terombang Ambing di Laut Kepulauan Seribu, Penumpang Dievakuasi
- Puncak Arus Balik Penumpang Kereta di Jogja Tembus Puluhan Ribu
- Status Tahanan Yaqut Berubah-Ubah KPK Diminta Terbuka
- Sepi Saat Lebaran Antrean Pengunjung Tamansari Tak Lagi Mengular
- Minuman Harian Ini Disebut Bantu Tekan Lemak Perut
Advertisement
Advertisement







