Ini Alasan Penghitungan Suara di AS Berlangsung Lama

Calon Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Joe Biden (kanan). - Istimewa
07 November 2020 11:47 WIB Reni Lestari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Amerika Serikat dan dunia masih menunggu hasil akhir pemilihan presiden setelah pemungutan suara ditutup beberapa hari lalu. Joe Biden berada di ambang penggulingan Donald Trump.

Penantian tersebut telah memicu ketegangan di seluruh negara yang terpolarisasi itu, dengan Trump menuduh tanpa bukti bahwa Demokrat membuat rekayasa penipuan.

Namun, penundaan itu seringkali karena alasan khusus untuk masing-masing negara bagian, yang di bawah sistem AS masing-masing melakukan pemungutan suara sendiri.

Baca juga: Bangkrut, Maskapai Thailand Jual 34 Pesawat

California, misalnya, negara bagian terpadat di negara itu, dengan cepat diputuskan dimenangkan oleh Biden setelah pemungutan suara ditutup pada hari Selasa (3 November). Namun, prediksi semacam itu sebenarnya adalah proyeksi oleh media daripada hasil resmi, yang berarti butuh waktu lebih lama untuk mendapatkan gambaran akurat di negara bagian yang terpecah belah.

"Semakin dekat pertarungan, semakin lama waktu yang dibutuhkan," Kathy Boockvar, sekretaris vital negara bagian Pennsylvania, dilansir Channel News Asia, Sabtu (7/11/20200.

Negara bagian juga memiliki tenggat waktu yang berbeda untuk menerima surat suara yang tidak hadir, terutama yang berasal dari militer atau warga negara lain yang tinggal di luar negeri.

Baca juga: Pemesanan Disetop, Suzuki Jimny Bekas Diburu

North Carolina telah menunda penghitungan setidaknya 171.000 surat suara karena menurut undang-undang negara bagian itu dapat menerima suara yang datang melalui pos hingga 12 November asalkan dicap posnya pada Hari Pemilihan.

Demikian pula Nevada, yang dapat menerima surat suara hingga 10 November asalkan di cap pos pada hari pemilihan. Yang juga menyebabkan keterlambatan adalah surat suara sementara, yang dikeluarkan untuk pemilih jika ada kebingungan tentang pendaftarannya dan perlu verifikasi.

Dengan kekhawatiran tentang pandemi COVID-19, negara bagian yang terbiasa dengan jumlah suara absen yang terbatas telah dibanjiri dengan surat suara yang dikirimkan oleh warga yang tidak ingin mengambil risiko memberikan suara secara langsung.

Sekitar 65,2 juta dari 160 juta orang Amerika yang memilih tahun ini, melakukannya melalui surat pos. Beberapa tempat lain memiliki faktor unik yang menunda penghitungan suara seperti Chatham County di Georgia yang diperebutkan dengan ketat, di mana divisi pemilihan dan dewan pendaftaran secara terpisah menghitung surat suara.

Selain itu, ada pula hambatan hukum. Tim kampanye Trump telah memanfaatkan penundaan untuk menuntut penghentian penghitungan di negara-negara bagian yang tertinggal, terutama Pennsylvania.

Partai Republik telah berjuang selama berbulan-bulan untuk tidak mengizinkan Pennsylvania menghitung surat suara dengan cap pos pada Hari Pemilihan jika mereka tiba pada hari Jumat.

Di Wisconsin, tempat Biden meraih kemenangan tipis dalam hasil yang diumumkan Rabu pagi, Mahkamah Agung memutuskan bahwa hanya suara yang diterima pada Hari Pemilihan yang akan dihitung.

Sebagian besar negara bagian mengizinkan partai saingan untuk mengamati penghitungan, tetapi tantangan pada aturan telah memakan waktu. Pendukung Trump mengajukan syarat di penghitungan Philadelphia bahwa pengamat harus tinggal setidaknya 4,5m jauhnya karena risiko Covid.

Sumber : Bisnis.com