Kemenag Jamin Jemaah Umrah Indonesia Terapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Covid-19  

Umat muslim memakai masker pelindung, menyusul penularan virus corona baru, saat mereka beribadah di Ka'bah di Mesjid Raya, kota suci Mekah, Arab Saudi, Selasa (3/3/2020). - Antara
05 November 2020 23:07 WIB Herdanang Ahmad Fauzan News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Setelah vakum berbulan-bulan, Indonesia kembali mengirim jemaah umrah ke Arab Saudi mulai November 2020. Jemaah yang mengikuti kloter pertama telah tiba di Makkah sejak 1 November 2020.

Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Oman Fathurrahman, menjamin jemaah dari Indonesia disambut dengan protokol kesehatan ketat saat di lokasi ibadah. Salah satunya adalah dengan karantina selama 3 hari.

“Jemaah asal Indonesia yang tiba sejak 1 November baru memulai ibadah tanggal 4 pukul 16.000 waktu Arab Saudi, setelah menjalankan proses karantina selama 3 hari. Ini sesuai dengan peraturan pemerintah Arab Saudi,” papar Oman dalam siaran pers Kemenag yang diterima JIBI.

Konsul Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali menuturkan hal serupa. Para jamaah, kata Endang, telah mengambil miqat dan kelengkapan pada Rabu (4/11/2020) sore. Pemberangkatan dilakukan dengan protokol kesehatan, total 13 bus hanya boleh berkapasitas 19 orang per armada.

Selain jamaah kloter pertama, peserta kloter kedua Indonesia yang berjumlah 89 orang juga telah tiba di Arab Saudi pada Rabu (4/11/2020) sore kemarin. Saat ini, para jamaah tersebut tengah dalam proses karantina.

Prosesi karantina sejauh ini berjalan lancar. Untuk itu, Endang mengimbau agar keluarga jamaah tak perlu khawati karena protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, serta menjaga jarak, akan diterapkan secara serius.

“Selama di bandara hingga hotel di Makkah, mereka menjalani seluruh proses yang ditentukan Saudi dengan protokol kesehatan yang ketat,” tandasnya.

Mengacu data Worldometrics, sejauh ini total kasus Covid-19 di Arab Saudi berada di kisaran angka 349.000. Dari jumlah tersebut sekitar 336.000 di antaranya telah dinyatakan sembuh, dengan total korban meninggal sebanyak 5.471.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia