Pertamina Jawa Bagian Tengah Dukung Program Pemerintah Salurkan 1.700 Paket Konversi BBG bagi Petani dan Nelayan

Sales Branch Manager Rayon III Yogyakarta, Joko Priyambodo, saat memberikan informasi kepada (dari kiri ke kanan) Manager Local Content Downstream PT Pertamina, Abdul Manan, Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman, Kasie. Pengadaan Pembangunan Infrastuktur Migas KESDM, Mariani, Assisten Sekda II Pemkab. Bantul, Bambang Guritno. - Istimewa
05 November 2020 03:37 WIB Herlambang Jati Kusumo News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah melalui Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menyalurkan bantuan paket konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) bagi petani dan nelayan, yang kali ini diselenggarakan secara serentak di tiga tempat, yaitu Kabupaten Bantul, DIY, serta Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, pada Selasa (2/11/2020).

Total bantuan yang diserahkan adalah sebanyak 1.700 paket konversi, diantaranya 800 paket untuk petani di Sragen, 500 paket untuk petani diBantul, dan 401 paket untuk nelayan di Wonogiri. Paket konversi bagi petani diperuntukkan sebagai bahan bakar mesin pompa untuk menyirami lahan pertanian, sementara bagi nelayan diperuntukkan sebagai bahan bakar melaut.

PT Pertamina (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menerima penugasan dalam penyediaan bahan bakar gas dalam wujud produk LPG mendukung program yang dijalankan oleh pemerintah tersebut. Hal itu diutarakan oleh pejabat sementara (Pjs.) Unit Manager Communication, Relations, & CSR Marketing Operation Region (MOR) IV wilayah Jawa Tengah dan DIY atau Jawa Bagian Tengah, dalam keterangan pers.

“Dengan pemanfaatan bahan bakar gas, petani maupun nelayan bisa menghemat pengeluaran operasionalnya hingga 30-50%. Perawatan mesin dengan LPG juga cenderung lebih mudah ketimbang mesin dengan BBM. Selain itu kadar emisi gas buang juga lebih sedikit jadi dapat berdampak baik untuk lingkungan,” ujar Pjs. Unit Manager Communication, Relations, & CSR, MOR IV, Kevin Kurnia Gumilang, melalui siaran pers, Rabu (4/11/2020).

Menurutnya, program konversi minyak ke gas merupakan wujud dari amanat Peraturan Presiden No. 38 tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG Tabung 3 Kg untuk Kapal Penangkap ikan Bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air bagi Petani Sasaran.

“Tugas kami adalah untuk memastikan agar ketersediaan stok LPG terjamin untuk masyarakat, termasuk untuk petani dan nelayan,” ungkap Kevin.

Ia menambahkan, program tersebut juga dapat mengoptimalkan Pertamina dalam mendistribusikan produk gas subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu, dalam hal ini adalah petani dan nelayan kecil yang membutuhkan bantuan.

Pertamina senantiasa mengimbau agar masyarakat dapat bijak dalam memilih konsumsi LPG sesuai peruntukkannya, khususnya LPG 3 Kg yang bersubsidi dan hanya diperuntukkan bagi masyarakat miskin atau prasejahtera.

Anggota Komisi VII DPR RI, Gandung Pardiman yang hadir dalam penyerahannya di Kabupaten Bantul meminta agar petani yang menerima bantuan dapat memanfaatkan sebaik mungkin dan merawat mesin bantuan yang telah diberikan.

“Pemda setempat juga kami minta untuk ikut mengawasi sebaik-baiknya agar program ini dapat terus dimanfaatkan,” ujar Gandung.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina senantiasa mendukung program pemerintah untuk memeratakan penyaluran energi seperti BBM dan LPG kepada masyarakat. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi layanan produk, layanan pesan antar maupun yang lainnya, dapat menghubungi Pertamina Call Centre 135 atau melalui website www.pertamina.com (Adv).