Habib Rizieq Sebut Seruan Agar Tidak Marah pada Karikatur Nabi Adalah Sesat

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengikuti sidang ke-12 perkara penodaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (28/2). - Reuters
02 November 2020 11:07 WIB Setyo Aji Harjanto News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Karikatur Nabi Muhammad di Prancis menjadi polemik. Umat Islam di seluruh dunia turut bereaksi, Terkini, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyinggung pihak-pihak yang bersikap 'sok bijak' dalam menanggapi karikatur tersebut.

Banyak kecaman dilontarkan pada Presiden Prancis Emmanuel Macron. Umat Islam marah lantaran dinilai membiarkan oknum pembuat karikatur.

Menurut Rizieq, orang-orang yang berpura-pura bijak saat Nabi Muhammad SAW dihina adalah kaum Zindik. Padahal orang-orang yang pura-pura bijak itu kerap kali marah bilamana organisasinya atau tokoh organisasinya dihina.

Rizieq menyebut ajakan agar umat islam tidak marah saat Nabi Muhammad SAW dihina sangat menyesatkan.

Baca juga: 253 Calon Jemaah Umrah Indonesia Mulai Diterbangkan ke Arab Saudi

"Ini ajakan yang sesat dan menyesatkan. Padahal mereka-mereka yang menjual kicauan-kicauan murahan tersebut pada saat dirinya dihina, organisasinya dihina, tokohnya dihina kelompoknya dihina bahkan mereka yang paling depan paling marah keluar dari mulutnya sumpah serapah. Bahkan lapor sana lapor sini dan seterusnya tapi manakala nabinya yang dihina mereka pura-pura arif dan pura-pura bijak," Ucap Rizieq seperti dikutip Bisnis dari tayangan kanal YouTube Front TV, Senin (2/11/2020).

Rizieq pun meminta agar umat islam mengabaikan ajakan kaum zindik yang berpura-pura bijak tersebut. Dia juga menepis pemahaman bahwa karikatur tersebut bukan Nabi Muhammad.

Narasi bahwa karikatur tersebut bukan wajah Nabi Muhammad SAW lantaran tidak pernah ada yang tahu wajah Rasulullah. Untuk membantah narasi tersebut Rizieq mencontohkan soal gambar binatang yang ditambahkan nama seseorang, hal tersebut sudah memenuhi unsur penghinaan.

Baca juga: Bos WHO Karantina Mandiri, Ini Kondisinya

"Begitu juga karikatur. Karikatur apapun yang digambar dalam karikatur tersebut yang kita yakini tentu bukan wajah Nabi. Tapi pada saat ditulis bahwa ini adalah Nabi Muhammad pada saat ditulis bahwa ini adalah orang yang bernama Muhammad, pada saat dinisbahkan karikatur tersebut kepada Nabi kita, maka itu menjadi penghinaan yang tidak boleh kita biarkan," ucap Rizieq.

Dia pun kembali mengajak umat islam untuk mengikuti aksi 211 pada 2 November 2020 dan 411 pada 4 November 2020 untuk membela Nabi Muhammad SAW. Aksi 211 bakal digelar di depan Kedutaan Prancis, Jakarta, sementara aksi 411 bakal digelar di Bandung.

"Saya serukan semuanya untuk aksi 211 (2 November) di Jakarta dan aksi 411 (4 November) di Kota Bandung untuk membela Nabi Muhammad SAW yang telah dihinakan, dilecehkan oleh Presiden Prancis, yang dihinakan dilecehkan oleh sebagian masyarakat Prancis, oleh media-media Prancis," kata Rizieq.

Sumber : Bisnis.com