Banyak Relawan Jokowi Jadi Pejabat BUMN, Fadli Zon: Bukan BUMN tapi Badan Usaha Milik Relawan

Fadli Zon. - Antara Foto/Hafidz Mubarak
30 Oktober 2020 20:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Diangkatnya sukarelawan Joko Widodo menjadi pejabat BUMN mendapat kritikan DPR.

Anggota DPR RI Fadli Zon menyindir Menteri BUMN Erick Thohir yang mengangkat relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai komisaris di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengusulkan nama BUMN diganti menjadi Badan Usaha Milik Relawan (BUMR) saja.

Sindiran itu disampaikan oleh Fadli Zon melalui akun Twitter miliknya @fadlizon.

BACA JUGA: Terkait Karikatur Nabi Muhammad, PP Muhammadiyah: Macron Harus Minta Maaf

"Apa tak sebaiknya Badan Usaha Milik Negara (BUMN)) diganti nama saja jadi Badan Usaha Milik Relawan (BUMR), biar jelas," kata Fadli Zon seperti dikutip Suara.com, Jumat (30/10/2020).

Dalam cuitannya, Fadli zon menyoroti pemberitaan salah satu media mainstream yang berisi permintaan relawan Jokowi, PROJO untuk menambahkan relawan Jokowi lainnya dalam jajaran direksi BUMN.

Belum lama ini, Erick Thohir juga mengangkat relawan Jokowi, Dyah Kartika Rini sebagai Komisaris Independen PT Jasa Raharja (Persero).

Dyah Kartika Rini telah bergabung dalam tim pemenangan Jokowi sejak Pilgub DKI Jakarta 2012.

Ia membantu memenangkan Jokowi-Ahok lewat organisasi relawan Jokowi Ahok Social Media Volunteer (Jasmev) yang ia dirikan.

Tak hanya itu, Erick Thohir juga mengangkat Ulin Yusron ditunjuk sebagai komisaris di Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia.

Ulin Yusron ini dikenal sebagai salah satu relawan Jokowi di Pemilihan Presiden 2014 dan 2019.

Sebagai seorang pegiat media sosial, Ulin Yusron berkontribusi secara aktif dalam kampanye Jokowi di ranah digital.

Selain kedua nama itu, sejumlah relawan Jokowi lainnya yang kini diangkat menjadi pimpinan BUMN antara lain Andi Gani Nena Wea menjadi Presiden Komisaris PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PT PP.

Lalu, ada Fadjroel Rachman dan Viktor S Sirait sebagai Komisaris Waskita Karya, Lukman Edy sebagai Komisaris PT Hutama Karya (Persero) dan Eko Sulistyo sebagai Komisaris PT PLN (Persero).

Sumber : Suara.com