Advertisement
Ombak Tinggi 7 Hari ke Depan, Kemenhub Keluarkan Peringatan
Kapal milik PT Pelayaran Indonesia (Pelni) KM Dobonsolo merapat di dermaga Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (7/1/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Kementerian Perhubungan mengeluarkan maklumat pelayaran kepada semua pihak guna mengantisipasi cuaca ekstrem di perairan Indonesia.
Peringatan ini tertuang dalam Maklumat Pelayaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor 102/PHBL/2020 tanggal 26 Oktober 2020 tentang Waspada Bahaya Cuaca Ekstrem dalam Tujuh Hari ke depan. Seluruh pihak baik para petugas di lapangan, operator kapal, maupun masyarakat pengguna jasa transportasi laut untuk mewaspadai cuaca ekstrem di perairan Indonesia.
Advertisement
Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai Ahmad memerintahkan supaya seluruh jajarannya tetap mewaspadai adanya cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang masih terjadi di sebagian wilayah perairan Indonesia, khususnya dalam waktu 7 hari ke depan.
"Apabila kondisi cuaca membahayakan keselamatan kapal, Syahbandar harus menunda pemberian surat persetujuan berlayar sampai kondisi cuaca di sepanjang perairan yang akan dilayari benar-benar aman untuk berlayar," jelasnya, Selasa (27/10/2020).
Berdasarkan hasil pemantauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, tujuh hari ke depan yaitu mulai tanggal 25 hingga 31 Oktober 2020 diperkirakan terjadi cuaca ekstrem di beberapa perairan di Indonesia, dengan tinggi gelombang antara 4 meter hingga 6 meter.
Perairan-perairan tersebut adalah Enggano, Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia selatan, barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, Samudra Hindia Selatan Banten hingga NTT, Selat Bali, Selat Lombok, Selat Alas.
Untuk tinggi gelombang antara 2,5 dan 4 meter akan terjadi di Samudera Hindia Barat Aceh, Laut Natuna Utara, Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Pulau Lombok, Selatan Bali hingga Selat Lombok Bagian Selatan, perairan Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeleu, Selat Sunda Bagian Utara, Perairan Selatan Kupang hingga Pulau Rote, Perairan Barat Lampung, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Perairan Pulau Sawu, Laut Timor Selatan, NTT, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat.
Terkait dengan hal ini, Direktur Jenderal Perhubungan Laut menginstruksikan agar seluruh Syahbandar terus melakukan pemantauan ulang kondisi cuaca setiap hari melalui website www.bmkg.go.id serta menyebarluaskan hasil pemantauan dengan cara membagikan kepada para pengguna jasa serta memasang di terminal-terminal atau tempat embarkasi dan debarkasi penumpang kapal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAGI Ungkap Dua Penyebab Dugaan Sinkhole di Limapuluh Kota
- Indonesia Larang Impor Daging Babi dari Spanyol akibat Wabah ASF
- Bareskrim Selidiki Dugaan Kejahatan Lingkungan di Banjir Bandang Aceh
- Kim Jong Un Klaim Uji Rudal Hipersonik Respons Situasi Global
- Venezuela Bergejolak Usai Maduro Ditangkap Pasukan AS
Advertisement
10 Gerai KDMP Kulonprogo Dibangun, Didampingi BA dari Pusat
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- DLH Jogja Jemput Sampah Organik Kering, 200 Kg per Kelurahan
- Antisipasi Super Flu, Bandara Ngurah Rai Pasang Thermo Scanner
- Pemkab Sleman Kucurkan Rp145 Juta untuk Renovasi Masjid
- Libur Nataru, Kunjungan Wisata Gunungkidul Tembus 332 Ribu
- KPK Duga Eks Sekdis CKTR Bekasi Terima Aliran Uang Bupati
- Kasus Wonokromo, Pemkab Bantul Kumpulkan Bendahara Kalurahan
- Jadwal KRL Solo Jogja, Selasa 6 Januari 2026
Advertisement
Advertisement



