Advertisement
350.000 Warganet Teken Petisi Online #SaveKomodo
Komodo berhadapan dengan truk proyek penataan sarana dan prasarana wisata alamdi Taman Nasional Komodo. JIBI - Bisnis/Nancy Junita @Twitter Kawan Baik Komodo
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Tagar #SaveKomodo menggema di Twitter terkait rencana pembangunan wisata alam di Resort Loh Buaya di Pulau Rinca, Nusa Tenggara Timur yang akan disulap menjadi kawasan Jurassic Park.
Pembangunan geopark di habitat terakhir Komodo di dunia mendapatkan kecaman dari berbagai elemen masyarakat, termasuk warganet yang menggemakan tagar #SaveKomodo di Twitter sejak Senin pagi (26/10/2020).
Advertisement
Tak hanya ramai di media sosial, warganet juga ramai-ramai menarik perhatian dengan melakukan petisi online di charge.org, dengan Indo Flashlight yang memulai membuat petisi tersebut.
BACA JUGA : Komodo Berhadapan dengan Truk di Tengah
Petisi tersebut ditujukan kepada Presiden Joko Widodo untuk menolak pembangunan lahan konservasi. Dalam petisi tersebut mengkritisi lahan konservasi yang bakal diubah menjadi lahan investasi.
Pasalnya, UNESCO menetapkan Taman Nasional Komodo sebagai World Heritage Site atau situs warisan dunia dan Man and Biosphere Reserve pada tahun 1991.
Petisi online yang diunggah oleh Indo Flashlight tersebut berjudul "Cabut Izin Pembangunan Investor Asing (Swasta) di Kawasan Taman Nasional Pulau Komodo". Hingga Senin malam, petisi tersebut telah diteken hampir 350.000 warganet.
“Pak @Jokowi kami sangat menghargai bapak karena engkau Presiden kami, dengan rendah hati masyarakat Indonesia meminta kembalikan lahan ini, kami mohon perintahkan kepada Pemda untuk pemutusan izin investor asing (swasta) di kawasan Taman Nasional Pulau Komodo. Kami rasa perusahaan swasta ini tidak akan pernah layak! Dan bahkan tidak pantas membeli tanah di lahan Taman Nasional ini!” tulis dalam laman petisi online, seperti dikutip Bisnis, Senin (26/10/2020).
BACA : Komodo Mengadang Truk, Melanie Subono: Yang Kami Ajak
Petisi tersebut juga menuliskan komodo (Varanus komodoensis) termasuk spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di Pulau Komodo sekaligus satu-satunya di dunia.
Selain itu, komodo juga merupakan warisan dari zaman purbakala, karena komodo termasuk dalam hewan purba yang telah hidup jutaan tahun lalu di Indonesia.
“Habitat aslinya di Taman Nasional Komodo termasuk di Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara Timur,” sambungnya.
Terkait pembangunan itu pula, Balai Taman Nasional Komodo melalui unggahan Instagram resmi menyampaikan destinasi Taman Nasional Komodo akan mulai ditutup terhitung sejak hari ini, Senin (26/10/2020).
“Sehubungan dengan berlangsungnya penataan sarana dan prasarana wisata alam di Resort Loh Buaya, Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, dengan ini Balai Taman Nasional Komodo menutup sementara destinasi tersebut dari kunjungan wisatawan berlaku sejak tanggal 26 Oktober 2020 hingga 30 Juni 2021,” tulis akun Instagram resmi @tamanasionalkomodo, seperti dikutip Bisnis, Senin (26/10/2020).
Unggahan tersebut kemudian ditimpali oleh @KawanBaikKomodo melalui Twitter. Dia mengatakan dengan adanya surat penutupan destinasi tersebut maka semakin sulit publik untuk mengetahui pembangunan yang sedang berlangsung.
“Kami juga dapat kesaksian bahwa semua orang di lokasi dilarang ambil atau kirim foto keluar,” ungkapnya, seperti dikutip Bisnis, Senin (26/10/2020).
“Negeri ini tidak sedang baik-baik saja. Begitu juga komodo,” sambungnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 18 Januari 2026, Tarif Rp8.000
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Cuaca DIY Sabtu 17 Januari: Jogja Hujan Lebat, Sleman Petir
- Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 17 Januari 2026
- PSG Tekuk Lille 3-0, Dembele Borong Dua Gol
- Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Tolitoli, BMKG Pastikan Aman
- Ini Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja Sabtu 17 Januari
- BPBD Tangani Dampak Puting Beliung di Kotayasa Banyumas
- Jadwal DAMRI Bandara YIA-Jogja Sabtu 17 Januari, Tarif Rp80.000
Advertisement
Advertisement



