PDIP Pecat 5 Kader di Jateng karena Pilkada

Ilustrasi - Freepik
24 Oktober 2020 15:47 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG–Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memecat lima kadernya di wilayah Jawa Tengah (Jateng). Lima kader itu dianggap membelot atau memihak ke partai lain pada Pilkada 2020.

Kelima kader yang dipecat PDIP itu berasal dari Kabupaten Semarang, Blora, Demak, dan Klaten.

Sekretaris DPD PDIP Jateng, Bambang Kusriyanto, mengatakan lima kader itu yakni Bupati Semarang, Mundjirin, dan anaknya, Biena Munawa Hatta (Kabupaten Semarang), Dwi Astutiningsih (Blora), Mugiyono (Demak), dan Harjanta (Klaten). Surat pemecatan para kader tersebut bahkan telah diterbitkan DPP PDIP.

“Mereka dipecat karena dianggap tidak patuh dan tidak tegak lurus dengan rekomendasi partai pada pilkada,” ujar Bambang di Semarang, Jumat (23/10/2020).

Bambang mengatakan tiga dari dua kader itu dipecat karena maju atau mencalonkan diri pada Pilkada 2020 bersama partai lain, atau bukan dari kubu yang diusung PDIP.

Sementara dua kader lainnya dipecat karena mendukung anggota keluarga yang mencalonkan diri sebagai calon bupati.

Ketiga kader yang dipecat karena mencalonkan diri bersama partai lain itu yakni Dwi Astutiningsih yang maju Pilkada Blora melalui Partai Demokrat. Adapun Mugiyono maju sebagai calon bupati Demak bersama Partai Gerindra.

Sementara, Harjanta dipecat karena maju Pilkada melalui partai lain. Padahal di Pilkada Klaten 2020, PDIP sudah memberikan rekomendasi kepada pasangan Sri Mulyani-Yoga Hardana.

Sementara itu, Bupati Semarang, Mundjirin, dan anaknya Biena Munawa Hatta, yang menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Semarang, dipecat sebagai kader PDIP karena dianggap mendukung Bintang Narsasi yang maju sebagai calon bupati di Pilkada Kabupaten Semarang 2020. Bintang Narsasi merupakan istri Mundjirin, dan juga ibu Biena Munawa Hatta.

Bambang menyatakan para kader itu diberi sanksi pemecatan karena dianggap melakukan pelanggaran berat. “Melanggar disiplin partai dan tidak mengawal rekomendasi pada pilkada. Justru malah maju dengan partai lain,” tutur pria yang akrab disapa Krebo itu.

Bambang juga membantah anggapan banyak kader PDIP yang membelot pada Pilkada kali ini. “Kalau lima saya rasa tidak sebanding dengan jumlah kader PDIP se-Jateng. Lagipula bukan soal banyak sedikit, tapi lebih kepada konsekuensi menjadi kader,” ujar dia.

Sumber : JIBI/Solopos