Cuci Tangan Lebih Efektif Bunuh Virus

Sejumlah warga mencuci tangan saat acara Kampanye Patuh Protokol Kesehatan di halaman Kantor KPU Banten, Kamis (10/9/2020). - Antara/Asep Fathulrahman
24 Oktober 2020 16:17 WIB Salsabila Annisa Azmi News Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Mencuci tangan menjadi salah satu cara mencegah penularan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Aktivitas ini menjadi sangat penting lantaran dianggap bisa membunuh virus yang diklaim bisa bertahan hidup di permukaan kulit selama lebih dari sembilan jam.

Sebuah studi yang dilakukan para peneliti di Jepang mengungkapkan SARS-CoV-2 atau virus penyebab Covid-19, bisa hidup di sampel kulit manusia selama sekitar sembilan jam. Ini berbeda dengan strain virus influenza A (IVA) yang hanya bisa tetap hidup selama sekitar dua jam.

Para peneliti mengatakan studi tersebut menunjukkan kemungkinan SARS-CoV-2 memiliki risiko penularan dari kontak langsung yang lebih tinggi ketimbang IAV. Hal itu karena mereka jauh lebih stabil pada kulit manusia dibanding virus influenza.

"Temuan ini mendukung hipotesis bahwa kebersihan tangan yang benar penting untuk pencegahan penyebaran SARS-CoV-2," tulis para peneliti seperti dikutip dari Live Science, Minggu (11/10/2020).

Dalam studinya, para peneliti dari Kyoto Prefectural University of Medicine membuat model kulit menggunakan sampel kulit manusia yang diperoleh dari hasil autopsi. Sampel ini dikumpulkan kira-kira satu hari setelah kematian.

Para penulis mencatat, setelah 24 jam setelah kematian, kulit manusia masih bisa digunakan untuk cangkok. Ini berarti sebagian besar fungsinya masih ada selama beberapa saat setelah kematian.

Dengan pemodelan tersebut, peneliti menemukan SARS-CoV-2 bisa bertahan di sampel kulit manusia selama 9,04 jam dibandingkan virus influenza A selama 1,82 jam.

Presiden Royal Pharmaceutical Society, Ash Soni mengatakan bahkan ketika diri kita tetap tidak terpengaruh oleh virus yang kita bawa, jika kita tidak mencuci tangan maka kita dapat menularkan infeksi kepada orang lain yang lebih rentan.

Pertanyaanya, harus berapa lama cuci tangan sehingga tangan bisa dikatakan benar-benar bersih?

Tak Cuma Durasi

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan secara durasi cuci tangan menggunakan sabun dilakukan setidaknya selama 20 detik. Namun bukan hanya soal durasinya, teknik dalam mencuci tangan juga harus tepat.

Teknik yang tepat ketika mencuci tangan, ialah pertama fokus pada bagian punggung tangan, sabuni kedua punggung tangan, lalu gosok dan sabuni bagian sela-sela jari tangan, lanjut ke bagian bawah kuku-kuku agar diri bersih dari bakteri berbahaya.

“Cuci tangan sesering mungkin, sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi dan tutupi hidung dan mulut saat bersin dan jangan lupa untuk cuci tangan lagi,” ucap dia.

Selain itu, ketika jatuh sakit, usahakan untuk tetap banyak minum air mineral dan sebaiknya tinggal istirahat di rumah ketimbang memaksakan diri tetap beraktivitas, pergi bekerja kantor atau sekolah misalnya.

Masyarakat, kata dia, harus yakin bahwa penerapan protokol kesehatan yang dilakukan akan bisa mencegah penularan Covid-19. Tentu saja jika hal itu benar-benar dilakukan secara konsisten dan kolektif.

Itulah sebabnya, menurut Doni, apabila diri sendiri sudah merasa patuh terhadap protokol kesehatan, maka jangan lupa untuk mengingatkan orang lain agar mengikuti sikap yang sama. Sehingga tercipta gerakan kolektif.

"Jadi tidak bisa sendiri. Maka dari itu dibutuhkan kerja sama dari seluruh masyarakat dengan saling mengingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan," ujar dia.

Sumber : Okezone.com