Jusuf Kalla Akan Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan Bahas Persaudaraan Sesama

JK tiba di Roma disambut Dubes RI untuk Roma Italia - Ibu RA Esti Andayani, Rabu (21/10/2020) siang waktu setempat. - Istimewa
23 Oktober 2020 11:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla salah satu dari Dewan Juri Zayed yang akan berdiskusi dengan Paus Fransiskus tentang kriteria utama Zayed Award for Human Fraternity. Misalnya komitmen dan perbuatan seseorang dalam bidang kemanusiaan, persaudaraan, dan solidaritas kemanusiaan.

JK dijadwalkan bertemu Paus Fransiskus di Roma-Italia, Jumat 23/10/2020 pagi waktu setempat. Menurut rencana, seluruh Dewan Juri yang berjumlah 5 orang akan beraudiensi dengan Paus Fransiskus di Ruangan Pribadi Paus di Tahta Suci Vatikan.

Baca juga: Menarik, Para Calon Saling Uji Kepintaran Lawan dalam Debat Pilkada Kota Magelang

Dalam pertemuan tersebut diagendakan Dewan Juri dan Panitia Zayed Award for Human Fraternity, meminta pandangan Paus Frasiskus tentang toleransi, kemanusiaan, dan persaudaraan antar sesama, untuk dijadikan rujukan dewan juri menilai para nominator.

Direncanakan, Dewan Juri juga akan beraudiensi dengan Grand Seikh Al Azhar - Seikh Ahmad At -Thayyib di Cairo-Mesir, untuk meminta pandangan yang sama seperti pertemuan dengan Paus Fransiskus.

Sehari sebelumnya, pertemuan pertama dewan juri dimulai jam 11 pagi. Pembicaraan menyangkut jadwal proses, evaluasi dan keputusan juri tentang calon-calon penerima penghargaan. Mulai september 2020 dan diumumkan tanggal 4 februari 2021.

Baca juga: Terancam Abrasi, Pemilik Warung Pantai Depok Santai

Para Dewan Juri tersebut selain Jusuf Kalla adalah Catherine Samba Panza - Former President Central of Arfican Republic (baju biru), Adama Dieng - Former United Nations Under Secretary General and Soecial Adviser of The Secretary General on The Prevention Genocide, Cardinal Dominique Mamberti - Supreme Tribunal of the Apolistic Signature.

Michaelle Jean - 27th Governor General, Commander in Chief of Canada, dipimipin oleh Mohamed Mahmoud Abdulsalam - Secretary General of the Higher Committe of Human Fraternity.

Pertemuan di Vatikan ini merupakan yang kedua bagi para dewan juri dan panitia Zayed Award for Human Fraternity, membicarakan mengenai kriteria penilaian bagi calon nominator. Sebelumnya, pada pertengahan september yang lalu, dewan juri melakuan pertemuan virtual.

Zayed Award for Human Fraternity dicetuskan dari hasil kesepakatan antara Paus Fransiskus dan Imam Besar Al Azhar, Dr Ahmed At-Tayyeb yang telah menandatangani dokumen bersejarah, Deklarasi Abu Dhabi, dalam Pertemuan Persaudaraan Manusia di Uni Emirat Arab, pada awal bulan Februari 2019.

Deklarasi yang disebut "Dokumen Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Berdampingan" itu berupaya mendorong untuk hubungan yang lebih kuat antara umat manusia.

Selain itu juga mempromosikan kepada hidup berdampingan antara umat beragama untuk melawan ekstremisme dan dampak negatifnya.

Sumber : Suara.com