Masyarakat Geruduk Istana Merdeka Lagi Hari Ini, Ini Jadwalnya...

Demo mahasiswa tolak UU Cipta Kerja di dekat Istana, Kamis (8/10/2020) ricuh. JIBI - Bisnis/Rayful Mudasir
20 Oktober 2020 08:17 WIB Nancy Junita News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Sejumlah elemen masyarakat kembali berunjuk rasa menolak UU Cipta Kerja di sekitar kawasan Istana Merdeka hari ini,Selasa (20/10/2020).

Gelombang demo itu akan berlangsung sejak pagi hari pukul 09.00 WIB hingga sore hari.

Berikut sejumlah demo yang akan digelar hari ini terkait penolakan UU Cipta Kerja:

1.Pukul 09.00 WIB, demo oleh Gerakan Buruh Bersama Rakyat / GEBRAK (KPBI, KASBI, KSN, SGBN, SINDIKASI, FPPI, PPI, FKI, Jarkom SP Perbankan, SPV, KPA, LMND-DN, FIJAR, AKMI, SEMPRO, Perempuan Mahardhika, PurpleCode Collective, LBH Jakarta, KPR, YLBHI, BEM Jentera) di Taman Pandang depan Istana Negara.

Peserta demo kurang lebih 2.500-3.000 orang.

Tuntutan: Meminta Presiden untuk segera menerbitkan perppu pembatalan UU Cipta Kerja, fokus penanganan pandemi Covid-19, setop PHK massal, hentikan tindakan represifitas aparat negara dan kriminalisasi terhadap pejuang rakyat yang sedang menyuarakan aspirasi.

2. Pukul 09.00 WIB, demo oleh Aliansi Tolak Omnibus Law / ATOS (DPP PPMI, DPP FSPASI) di Taman Pandang depan Istana Negara. Peserta demi kurang lebih  200 orang.

Tuntutan: Cabut UU Omnibus Law

Baca Juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Polda DIY Salurkan 1.200 Bibit Pohon Cengkeh di Kulonprogo

3. Pukul 10.00 WIB, demo oleh Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) di Taman Pandang depan Istana Negara, peserta kurang lebih 50 orang.

Tuntutan:cabut dan batalkan Omnibus Law UU Cipta Kerja

4. Pukul 10.00 WIB, demo oleh Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia / BEM SI (UNJ, PNJ, ITT PLN, UNIDA, STIAMMI, TAZKIA, AKA Bogor, UNSURYA, POLIMEDIA, YARSI, Trilogi) di Taman Pandang, depan Istana Negara, peserta kurang lebih  500-750 orang.

Tuntutan: cabut Omnibus law.

5. Pukul 10.00 WIB, demo oleh Aliansi OKP Se-DKI Jakarta (HMI, HIKMAHBUDDHI, LMND, IMM, KAMMI, GPPB, HIMA PERSIS, KMHDI) di Taman Pandang, depan Istana Negara, peserta kurang lebih 100 orang.

Tuntutan : perbaiki kegagalan pertumbuhan ekonomi Indonesia, segera tuntaskan penanganan Covid-19, tegakkan hukum yang adil dan tuntaskan kasus HAM, batalkan Omnibus law, setop KKN dan politik oligarki di Indonesia

6. Pukul 10.00 WIB, demo oleh BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (BEM UMT) di Taman Pandang, depan Istana Negara, peserta kurang lebih 500 orang.

Tuntutan: tolak Omnibus la, evaluasi 1 tahun kepemimpinan Jokowi –Ma’ruf Amin

7. Pukul 10.00 WIB, demo oleh BEM Universitas  Islam Syekh Yusuf Tangerang (UNIS) di Taman Pandang, depan Istana Negara, peserta kurang lebih 100 orang.

Tuntutan: tolak omnibus law.

Baca Juga: 5 Manfaat Bawang Putih untuk Kesehatan

8. Pukul 10.00 WIB, demo oleh Aliansi Mahasiswa YAI di Taman Pandang, depan Istana Negara, peserta kurang lebih 50 orang.

Tuntutan: menolak UU Omnibus Law dan meminta Presiden terbitkan perppu Omnibus Law.

9. Pukul 11.00 WIB, demo oleh Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Raya (HMI Cab Jakray) di Taman Pandang, depan Istana Negara, peserta kurang lebih 50 orang.

Tuntutan : evaluasi satu tahun pemerintahan Jokowi-Amin

10. Pukul 13.00 WIB, demo  oleh Gerakan Pemuda Islam Se-Jakarta di Taman Pandang, depan Istana Negara, peserta kurang lebih 50 orang.

Tuntutan: evaluasi satu tahun pemerihan Jokowi-Amin, tolak Omnibus LAW

11. Pukul 13.00 WIB, demo oleh Keluarga Besar Mahasiswa Univ. Pamulang (UNPAM) di Taman Pandang, depan Istana Negara, peserta kurang lebih 300  orang.

Tuntutan: evaluasi setahun pemerintahan Jokowi-Amin, Tolak Omnibus Law.

12. Pukul 13.00 WIB, demo oleh Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam HMI Cabang Jakpustara di Taman Pandang, depan Istana Negara, peserta kurang lebih 30 orang.

Tuntutan: batalkan UU Omnibus Law dengan perppu, transparansi anggaran penanganan Covid-19.

13. Pukul 13.00 WIB, demo oleh Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kemayoran di Taman Pandang, depan Istana Negara.

Tuntutan: menolak UU Omnibus Law dan meminta Presiden untuk menerbitkan perppu untuk membatalkan UU Omnibus Law.

Sumber : bisnis.com