Advertisement
Teladan Orang Tua Ubah Perilaku Anak-Anak
Ingat Pesan Ibu, Jangan Lupa Pakai Masker. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Mengubah perilaku masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan sama saja dengan mengubah kebiasaan, bahkan budaya yang berlaku selama ini. Mengajarkan pola hidup sehat, termasuk di antaranya 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak) kepada anak-anak adalah cara jitu untuk menciptakan kebiasaan tersebut.
Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Komisariat Jakarta Selatan, Efmansyah Iken Lubis, mengatakan bahwa mengajarkan cuci tangan dengan baik kepada anak sangat penting.
Advertisement
“Apa yang mereka [anak-anak] rekam akan dilakukan hingga dewasa nanti. Jadi kalau tidak biasakan anak mencuci tangan dengan benar menggunakan air dan sabun maka bisa dipastikan pada saat usia dewasa nanti mereka tidak akan terbiasa,” kata dia.
Efmansyah menambahkan dalam menanamkan kebiasaan cuci tangan dengan sabun maka harus ada upaya untuk mengubah paradigma lama. Paradigma lama itu seperti kita biasanya mengajarkan anak cuci tangan sebelum dan sesudah makan saja tapi tidak mengajarkan cuci tangan sebanyak-banyaknya.
Artinya, yang terpola adalah mereka harus cuci tangan sebelum dan sesudah makan saja, padahal saat bermain yang paling kotor adalah tangan. Jika dibandingkan dengan kaki, anak-anak ketika bermain umumnya mengenakan sandal atau sepatu namun tidak pernah mengenakan sarung tangan. Maka dari itu tangan menjadi bagian terkotor.
Tak hanya setelah bermain, bahkan setelah belajar pun harus mencuci tangan. Pasalnya anak-anak masa kini melakukan pembelajaran melalui gawai seperti laptop atau ponsel pintar. Dia menambahkan tidak ada satu gawai pun yang steril dari kuman, virus, bakteri, bahkan jamur. “Setiap beraktivitas, ajarkan anak-anak untuk mencuci tangan. Ini yang perlu ditanamkan kepada anak-anak sejak sekarang sehingga saat mereka menginjak usia dewasa sudah terbawa secara otomatis,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Reisa Broto Asmoro.
Beri Contoh
Menerapkan kebiasaan cuci tangan pada anak harus dimulai dari percontohan orang tua masing-masing. United Nation Children's Fund (Unicef) meminta orang tua menjadi role model bagi anak agar anak mengikuti kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan memakai masker pada saat bepergian. Hal itu guna mencegah penularan Covid-19.
"Saya ingatkan untuk orang tua di rumah agar selalu menjadi role model bagi anak, karena anak-anak melakukan hal dengan mencontoh-meniru apa yang orang dewasa lakukan," kata Spesialis Komunikasi Perubahan Perilaku Unicef Rizky Ika Syafitri dalam konferensi pers yang disiarkan di saluran Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), beberapa waktu lalu.
Dia mengatakan orang tua diimbau cuci tangan dengan disiplin menggunakan sabun sesering mungkin, sebab anak-anak akan melihat itu. Kemudian ketika di luar rumah, orang tua harus memberi contoh. Misalnya dengan cuci tangan menggunakan hand sanitizer saat keluar dari rumah.
Berdasarkan survei yang dilakukan Unicef kepada 4.000 responden anak-anak dengan rentang usia 16-18 tahun pada Februari lalu, sekitar 25% anak tidak mengetahui sama sekali tentang Covid-19. Selain itu, ada anak-anak yang mengetahui gejalanya tetapi tidak tahu pencegahannya, misalnya harus mencuci tangan memakai sabun.
"Sebenarnya, mereka tahu tentang mencegahnya, cuci tangan, tapi tidak tahu cuci tangan dengan sabun. Temuan lainnya adalah tingkat kepercayaan ke pemerintah 70% cukup tinggi. Mereka percaya bahwa pemerintah bisa menangani ini. Kemudian temuan yang lain, sekitar 50-60 persen anak berpikir bahwa informasi [Covid-19] yang disampaikan pada Februari waktu itu, untuk anak-anak belum cukup untuk membuat mereka bisa melindungi dirinya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- IAEA Kecam Serangan Dekat PLTN Iran, Peringatkan Risiko Nuklir
- Serangan AS-Israel Tewaskan 5 Tentara Iran di Ardabil
- Hari Terakhir Pendaftaran! Cek Link Rekrutmen TPM P3TGAI 2026 Kemen PU
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
TKA SMP Digelar 8-9 April, Disdik Gunungkidul Jamin Kesiapan
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Event Jogja April: Malam Ini, Guyon Waton dan NDX di Kridosono
- Viral Meteor Langit di Lampung, Ini Fakta Sebenarnya
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 5 April 2026
- Lengkap! Jadwal Misa Paskah 2026 di Jogja, Sleman dan Bantul
- Tiket Pesawat Dibatalkan? Begini Cara Refund Uangnya
- Korban Luka di UEA Tembus 217, WN Rusia Ikut Terdampak
Advertisement
Advertisement







