2.276 Bencana Alam Terjadi di Indonesia, Tertinggi Hidrometeorologi

nLokasi bekas tanah longsor di Dusun Sabrang Kidul, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Rabu (11/3/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara\\n
18 Oktober 2020 09:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Ancaman bencana alam masih harus diwaspadai di Tanah Air. Penyebabnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.276 bencana alam terjadi di seluruh wilayah Indonesia sepanjang Januari hingga 17 Oktober 2020.

Dikutip dari keterangan resmi BNPB di laman Twitter, Sabtu (17/10/2020), mayoritas bencana tersebut merupakan bencana hidrometeorologi atau bencana yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi/alam.

Baca juga: AS Akan Suntik Mati Perempuan yang Didakwa Mencekik Ibu Hamil

Bencana banjir menjadi yang mendominasi yakni sebanyak 827 kejadian, disusul puting beliung 637 kejadian, dan longsor 416 kejadian.

Dari ribuan bencana yang tercatat telah menyebabkan 4,5 juta orang terdampak dan harus mengungsi, 307 jiwa meninggal dunia, 25 orang hilang, serta 469 orang mengalami luka-luka.

Selain itu, menyebabkan 35.176 rumah rusak dengan skala ringan hingga berat dan sedikitnya 1.481 fasilitas umum juga terdampak. Kemudian bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tercatat terjadi sebanyak 321 kejadian, lima kali erupsi gunung api.

Baca juga: Asteroid Kecepatan 40.000 Km per Jam Melewati Bumi

Sementara dampak bencana non alam yakni pandemi COVID-19 hingga Sabtu (17/10/2020) pukul 15.00 WIB total kasus terkonfirmasi positif mencapai 357.762 orang, 12.431 meninggal dunia, dan 281.592 orang telah dinyatakan sembuh.

Sumber : Antara