Dilaporkan Relawan Jokowi ke Polisi, Najwa Shihab: Saya Siap

Najwa Shihab - Instagram @najwashihab
07 Oktober 2020 14:07 WIB Rika Anggraeni News Share :

Haianjogja.com, JAKARTA – Najwa Shihab menanggapi langkah Ketua Umum Relawan Jokowo Bersatu Silvia Dewi Soembarto yang melaporkan wawancara kursi kosong Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pada Selasa (06/10/2020).

Menurutnya, media massa perlu menyediakan ruang untuk mendiskusikan dan mengawasi kebijakan-kebijakan publik. 

“Pertanyaan yang saya ajukan juga berasal dari publik. Itu semua adalah usaha untuk memerankan fungsi media sesuai UU Pers yaitu mengembangkan pendapat umum dan melakukan pengawasan, kritik, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum,” tulis Najwa dalam akun Instagram miliknya @najwashihab seperti dikutip Rabu (7/10/2020).

BACA JUGA: 18 Anggota DPR Positif Covid-19, Gubernur Anies Minta Gedung Dewan Ditutup 3 Hari

Najwa menjelaskan tayangan video terkait wawancara kursi kosong tersebut diniatkan untuk mengundang pejabat publik, terutama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Presenter Mata Najwa tersebut meminta agar Menteri Kesehatan memberikan penjelasan penanganan Covid-19 di Indonesia sebab sepanjang meningkatnya angka penyebaran Covid-19 di Indonesia. Pasalnya, kemunculan Menteri Kesehatan pun semakin kurang tersorot di media.

“Tidak hanya di Mata Najwa, tetapi bisa [menjelaskan] di mana pun. Dari waktu ke waktu, semakin banyak pihak yang bertanya ihwal kehadiran dan proporsi Menteri Kesehatan dalam soal penanganan pandemi,” tambahnya.

BACA JUGA: Penjelasan BKN tentang Kabar Rekrutmen 1 Juta Guru pada 2021

Di Indonesia, wawancara kursi kosong merupakan hal pertama yang dilakukan. Sementara di negara lain sudah cukup sering dilakukan.

Amerika Serikat, lanjutnya, sudah melakukan wawancara kursi kosong bahkan sejak 2012, di antaranya Piers Morgan di CNN dan Lawrence O'Donnell di MSNBC’s dalam program Last Word.

Pada 2019, Andrew Neil, wartawan BBC juga menghadirkan kursi kosong yang sedianya diisi Boris Johnson, calon Perdana Menteri Inggris, yang kerap menolak undangan BBC. Hal serupa juga dilakukan Kay Burley di Sky News ketika Ketua Partai Konservatif James Cleverly tidak hadir dalam acara yang dipandunya. 

BACA JUGA: Ini Pengakuan Keluarga Pelaku Penyobek Al-Qur'an di Sukoharjo

Najwa bersedia menjalankan pemeriksaan apabila diperlukan. Sementara itu, tayangan video terkait wawancara kursi kosong Menteri Kesehatan sampai saat berita ini ditayangkan berhasil mendapat views hingga 2,6 juta penonton.

“Jika memang ada keperluan pemeriksaan, tentu saya siap memberikan keterangan di institusi resmi yang mempunyai kewenangan untuk itu,” kata dia.

Silvia melaporkan Najwa dengan alasan penghinaan kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan melanggar UU ITE.

“Kejadian wawancara kursi kosong Najwa Shihab telah melukai hati kami sebagai pembela Presiden karena Menteri Terawan adalah representasi dari Presiden Joko Widodo,” kata Silvia, Selasa (06/10/2020).

Selain melaporkan Najwa ke Polda Metro Jaya, Silvia juga akan melaporkan hal tersebut ke Dewan Pers untuk dimintai klarifikasi mengenai wawancara kursi kosong.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia