Ini Pengakuan Keluarga Pelaku Penyobek Al-Qur'an di Sukoharjo

Gelar perkara kasus penyobekan Al-Qur'an di Mapolres Sukoharjo pada Rabu (7/10/2020). - JIBI/Solopos/Indah Septiyaning W.
07 Oktober 2020 13:27 WIB Indah Septiyaning Wardhani News Share :

Harianjogja.com, SUKOHARJO—Keluarga pelaku penyobekan Al-Qur’an di Masjid Al Huda di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, menyebut Eni Sholikatun, 49, wanita yang diduga menyobek kitab suci, mengalami gangguan kejiwaan sejak 25 tahun lalu. Eni telah meninggalkan rumah dan tidak diketahui keberadaannya sejak tiga pekan lalu.

Adik pelaku, Erni Megawati, mengatakan kakaknya bahkan tak hanya sekali membuat heboh karena kondisi kejiwaannya yang terganggu itu.

"Mbak Eni pernah wuda [tanpa baju] jalan-jalan di Klaten," ungkapnya didampingi kerabat keluarga, Krismiyati di Mapolres Sukoharjo pada Rabu (7/10/2020).

BACA JUGA: Al-Qur'an Disobek-sobek di Sukoharjo, Pelaku Diduga Gangguan Jiwa & Langsung Ditangkap

Selama ini Eni hidup bersama Erni Megawati di Klaten. Eni dikembalikan ke keluarga oleh suaminya sejak mengalami gangguan kejiwaan 25 tahun lalu. Eni memiliki seorang anak yang kini hidup bersama suaminya di Temanggung. Eni pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa daerah (RSJD) Soedjarwadi Klaten. Namun, lantaran terkendala faktor ekonomi, Eni tak lagi mendapatkan pengobatan untuk mengatasi masalah kejiwaannya. Eni kemudian menghilang dari rumah Erni sejak tiga pekan lalu.

"Kami keluarga kaget saat mendengar kabar Mbak Eni ditangkap polisi karena menyobek Al-Qur’an. Kami benar-benar meminta maaf atas kejadian itu dan memang Mbak Eni mengalami gangguan kejiwaan," katanya.

"Kami memohon maaf telah membuat keributan di Klaten dan Sukoharjo."

Sumber : JIBI/Solopos