Tak Mau 80%, Cawali Solo Gibran Yakin Bisa Menang 92%

Cawali Solo, Gibran Rakabuming Raka, saat berpidato dalam acara silaturahmi dengan pengurus DPD Partai Golkar Solo, Sabtu (3/10/2020) sore. - Solopos.com/Kurniawan
04 Oktober 2020 07:17 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO -- Calon wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, tetap melakukan kampanye tatap muka terbatas, dengan bertemu jajaran pengurus DPD Partai Golkar Solo dan pimpinan kecamatan Sabtu (3/10/2020) sore.

Dalam kegiatan itu, ia ditemani cawawali Solo, Teguh Prakosa. Sejumlah tokoh hadir dalam pertemuan yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Solo dengan menerapkan protokol kesehatan itu. Di antaranya Koesrahardjo, Maria Sri Sumarni, dan Bandung Joko Surono.

Baca juga: Indonesia Akan Sediakan 376 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Ini Tahapannya

Ada juga trio legislator DPRD Solo dari Partai Golkar yaitu Taufiqurrahman, Agus Nuryanto dan Margono. Sedangkan dari Tim Pemenangan Gibran-Teguh diwakili oleh Budi Prasetyo, selaku sekretaris.

Dalam pidatonya, Gibran meminta dukungan kader Partai Golkar untuk memenangkan dirinya dan Teguh di Pilkada 2020. Tapi dia menyatakan tidak ingin kemenangan tidak meyakinkan. “Saya menangnya tidak mau 60 persen, 70 persen, atau 80 persen. Saya menangnya harus di atas 90 persen. Spesifiknya 92 persen. Insya Allah bisa di atas itu. Ini angka yang sangat bisa diraih,” tegas putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu.

Gibran menyatakan kekuatan PDIP sebagai parpol dengan kursi terbanyak di DPRD Solo menjadi modal penting. Kekuatan itu masih ditambah dukungan dari parpol lain pemilik kursi di parlemen. “PDIP punya kursi yang paling banyak, lalu ada dukungan Partai Golkar, PAN, Partai Gerindra, PSI. Juga dari partai yang tak punya kursi seperti Perindo, PKB, PPP dan Partai Nasdem,” tutur dia.

Baca juga: Bos Persik Kediri Positif Covid-19, Jalankan Isolasi Mandiri

Di sisi lain Gibran menekankan pentingnya mematuhi Peraturan KPU (PKPU) No. 13/2020 termasuk penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan kampanye. Hal itu penting guna mencegah persebaran Covid-19. Di PKPU tersebut juga disebutkan kegiatan seperti rapat umum, pentas kebudayaan, panen raya, konser musik, gerak jalan, sepeda santai maupun berbagai perlombaan, tak boleh digelar.

“Komitmen saya dan Pak Teguh untuk selalu menaati protokol kesehatan. Kami ingin Pilkada Solo menjadi role model, jadi percontohan daerah lain. Warga Solo harus tetap sehat selama pilkada,” urai dia.

Hal itu menurut Gibran sesuai dengan jargon Pemkot Solo yakni Pemilune Slamet Rakyate Isa Ngliwet. Jangan sampai karena ada tahapan pilkada angka atau kasus Covid-19 di Solo meningkat. “Makanya saya keluarkan inovasi blusukan online. Ini banyak orang yang bertanya. Kok malah tidak pernah blusukan. Jangan salah, setahun terakhir saya sudah blusukan ke mana-mana,” kata dia.

Sumber : Solopos.com