Indonesia Akan Sediakan 376 Juta Dosis Vaksin Covid-19, Ini Tahapannya

Uji kandidat vaksin Covid-19. - Jhonson & Jhonson
03 Oktober 2020 21:07 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan aturan mengenai vaksin Covid-19, termasuk dalam pembentukan, pelacakan vaksinasi, hingga peta jalan pelaksanaannya. Rencananya, pemerintah menyediakan 376 juta vaksin hingga akhir 2021.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan mengenai perkembangan pengadaan dan persiapan pelaksanaan vaksinasi, pemerintah tengah menitikberatkan pada perkembangan Perpres Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19.

Hal ini termasuk upaya penyelesaian Roadmap pelaksanaan vaksinasi/pemberian imunisasi, Dashboard Tracing Vaccine Program, serta penyediaan anggaran untuk pengadaan sampai dengan pelaksanaan vaksinasi.

“Target vaksinasi untuk 160 juta orang dan kebutuhannya antara 320 hingga 370 juta vaksin. Ini akan diberikan untuk usia produktif [19-59 tahun] atau sekitar 60 persen dari total penduduk," paparnya dalam keterangan Sabtu (3/10/2020).

Pemerintah lanjutnya, akan mengupayakan percepatan penyediaan vaksin, dengan tahapan direncanakan bisa tersedia 36 juta vaksin di kuartal IV/2020; 75 juta vaksin di kuartal I/2021; 105 juta vaksin di kuartal II/2021; 80 juta di kuartal III/2021; dan 80 juta pada kuartal IV/2021.

Dia menjelaskan vaksin tersebut akan diutamakan kepada tenaga kesehatan (medis dan paramedis) sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Kemudian juga akan diberikan kepada TNI, Polri, Satpol PP dan aparat penegak hukum di lapangan, serta pasien dengan Komorbid (Penyakit Penyerta), peserta BPJS PBI dan masyarakat umum lainnya.

Fasilitas Kesehatan yang disiapkan adalah sebanyak 10.134 Puskesmas; 2.877 RS/Klinik Pemerintah (Kementerian/ TNI/ Polri/ Pemda) dan Swasta; serta 49 KKP (Karantina Kesehatan) di wilayah kerja.

“Pemerintah juga menyiapkan SDM Vaksinator sebanyak 23.145 nakes [puskesmas] dan logistiknya, baik sarana penyimpanan, distribusi, pelatihan, dan pedoman oleh Kementerian Kesehatan,” jelas Airlangga.

Kementerian Kesehatan pun menyampaikan dalam rapat bahwa berdasarkan rekomendasi Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), untuk harga swab-test (Tes PCR) akan ditentukan maksimal sebesar Rp900.000.

“Nanti sesudah diumumkan oleh BPKP, Menteri Kesehatan akan membuat Surat Edaran,” katanya.

Per 1 Oktober 2020, jumlah kasus selesai isolasi Covid-19 di Indonesia (sembuh) sebanyak 218.487 kasus (Recovery Rate 75,03 persen). Sementara jumlah kasus meninggal dengan konfirmasi Covid-19 di Indonesia sebanyak 10.856 kasus (Case Fatality Rate/CFR 3,73 persen).

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas Tempat Tidur (TT) Isolasi, baik di Rumah Sakit (RS) Rujukan maupun RS Non-Rujukan dari bulan Maret 2020 sampai dengan September 2020.

Per 27 September 2020, total kapasitas secara nasional (TT Isolasi dan TT ICU) sebesar 45.481 TT, dengan keterisian sebesar 21.670 TT atau tingkat keterisian (Bed Occupancy Ratio-BOR) sebesar 47,65 persen. Sebaliknya, data BOR di RSDC Wisma Atlet untuk Tower OTG sebesar 42,60 persen dan untuk Tower Perawatan sebesar 79,30 persen.

“Data menunjukkan adanya peningkatan kapasitas TT Isolasi dan TT ICU, baik di RS Rujukan maupun Non-Rujukan, sehingga kapasitas fasilitas kesehatan cukup tersedia,” ungkapnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia