Advertisement
Indonesia Disasar China untuk Uji Final Vaksin Corona
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA--Pengujian vaksin Covid-19 China semakin progresif di sejumlah negara, termasuk Indonesia. China dinilai akan menghilangkan gap akses vaksin antara negara maju dan miskin.
Dilansir dari South China Morning Post, deretan negara tersebut di antaranya adalah Peru, Argentina, Brasil, Bahrain, Uni Arab Emirat (UEA), Mesir, Pakistan, Turki, Maroko, Arab Saudi, Bangladesh, Indonesia dan Rusia. Tiga produsen vaksin asal China telah menandatangani kerja sama dengan negara-negara tersebut.
Advertisement
BACA JUGA : Ikut Uji Vaksin Corona, 42% Peserta Alami Efek Sakit Kepala
Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintah Meksiko, Bangladesh dan Pakistan telah memulai uji lokal untuk memperoleh akses vaksin.
Salah satu produsen, Sinovac Biotech, mengatakan negara yang telah melakukan uji tahap 3 akan mendapatkan akses vaksin dalam waktu yang bersamaan dengan China.
Negara seperti Indonesia, Brasil, dan Turki termasuk di antaranya. Sementara Bangladesh akan segera menyusul. Adapun, BUMN China Sinopharm telah bekerja sama dengan UEA untuk menjalankan pengembangan vaksin sampai tahap uji fase 3.
Dengan kerja sama antarnegara tersebut, memberikan peran besar bagi perusahaan China dalam distribusi vaksin.
BACA JUGA : Awal Tahun Depan, Vaksin Corona Digunakan di Australia
Yanzhong Huang, anggota senior kesehatan global Dewan Hubungan Luar Negeri New York mengatakan negara-negara tadi tidak perlu mengeluarkan investasi besar untuk mendapatkan dosis vaksin atau hak produksi vaksin dari China.
"Pendekatan China dengan negara-negara tersebut melalui kemitraan uji klinis, contohnya, akan memitigasi gap akses vaksin di antara negara kaya dan miskin," katanya dikutip dari SCMP.
Sementara itu, New York Times melaporkan pengujian tahap tiga yang dilakukan perusahaan China dinilai belum terbukti dan dikhawatirkan memiliki efek yang berbahaya.
Kekhawatiran muncul setelah sejumlah upaya penyuntikan uji klinis vaksin kepada sejumlah kalangan masyarakat di China, termasuk pegawai BUMN dan perusahaan farmasi itu sendiri.
Hal itu seperti yang dikemukakan oleh dokter anak di Institut Riset Anak-anak Murdoch, Kim Mulholland di Melbourne, Australia.
"Kekhawatiran saya adalah sulit bagi pegawai perusahaan [vaksin China] untuk menolak," katanya.
BACA JUGA : Hasil Uji Klinis Vaksin Corona di Indonesia Akan Diumumkan
Komisi Kesehatan Nasional China telah mendapatkan 'pengertian dan dukungan' dari WHO setelah kabinet China mengizinkan program penggunaan darurat untuk domestik.
Seorang juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan program tersebut dikeluarkan atas kebijakan negara itu sendiri dan tidak di bawah izin WHO.
Seperti diketahui, Amerika Serikat dan China tampak berlomba-lomba membuat vaksin seiring kampanye Presiden Donald Trump yang berjanji akan menyediakan vaksin pada Oktober. Banyak juga yang mengkhawatirkan pemerintah Trump akan menekan izin vaksin sebelum teruji secara aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
- Banjir Tak Halangi Ela dan Muhadi Gelar Resepsi Pernikahannya
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Libur Isra Mikraj, Tol Jogja-Solo Catat Lonjakan Lalu Lintas
- ASUS Tinggalkan Bisnis Smartphone, Fokus ke PC dan AI
- SPPG Berpeluang Jadi PPPK, DPRD DIY Minta Prioritas Guru Honorer
- Gelombang Panas Ekstrem Landa Chile, Kebakaran Hutan Tewaskan 19 Orang
- Cek Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru untuk 20 Januari 2026
- Update Jadwal KA Prameks Tugu Jogja-Kutoarjo 20 Januari 2026
- Jadwal SIM Keliling Ditlantas Polda DIY Hari Ini, Selasa 20 Januari
Advertisement
Advertisement




