Hasil Sukhotai vs Bangkok United: Skor 1-3, Arhan Starter
Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan dimainkan sebagai starter di Bangkok United. Arhan tampil solid selama 85 menit dan berkontribusi dalam kemenangan Bangkok U
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dalam acara dangdutan yang ramai diperbincangkan./Facebook.com
Harianjogja.com, TEGAL — Konser dangdut atau dangdutan yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo, terus menjadi perbincangan. Terlebih lagi, setelah beredar sebuah video yang memperlihatkan keberadaan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dalam acara dangdutan tersebut.
Dalam video yang diunggan akun @Saiia Zenny di grup Facebook Info Seputar Tegal itu, Dedy Nampak naik ke panggung untuk memberikan uang atau sawer ke seorang penyanyi. “Pak wali pancen Josss, Suka bagi” sedeka #TS bergoyang#,” tulis akun @Saiia Zenny dalam unggahan videonya itu.
BACA JUGA : Wakil Ketua DPRD Tegal Terancam Dipenjara Gara-Gara
Video berdurasi 29 detik itu pun langsung menuai berbagai reaksi dari netizen. Terlebih lagi sebelumnya Wali Kota Tegal, Dedy Zon Supriyono, mengaku tidak tahu menahu jika ada dangdutan tersebut.
“Viralin ben ganjar weruh,” tulis akun Budipratama.
“Kaya gini bilange cuma orjen tunggal..ternyata pak wali juga melu nyawer…,” tulis akun Dicky Sosiawan.
“Saya tidak tau ada panggung besar di lapangan tegal selatan. Kata bedebah ??,” sambung akun Iyzi.
Rekaman video itu jelas berbeda dengan apa yang disampaikan Wali Kota Tegal sebelumnya. Bahkan, saat menghadap Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Puri Gedeh, Kota Semarang, Sabtu (26/9/2020), Dedy Yon Supriyono menyatakan tidak tahu menahu tentang keberadaan panggung besar yang digunakan untuk konser dangdut itu.
“Tidak ada izin, hanya hajatan ya. Sifatnya pemberitahuan di mana untuk izin hiburan yang besar itu enggak ada,” ujar Dedy, dalam rilis yang disampaikan Humas Pemprov Jateng, Sabtu sore.
BACA JUGA : Gelar Dangdutan di Tengah Pandemi, Wakil Ketua DPRD
Hal serupa juga disampaikan Dedy seusai dimintai keterangan oleh Gubernur Ganjar Pranowo terkait konser dangdut atau dangdutan itu, Kamis (24/9/2020).
Kala itu Dedy mengaku kecolongan dengan peristiwa tersebut. Ia hanya tahu acara hajatan itu digelar sederhana. Ia bahkan turut menghadiri kondangan pada pukul 11.00 WIB. “Setelah itu saya ke Semarang. Hari ini [Kamis] saya baru tahu kalau ada acara ramai-ramai. Kalau saya tahu, pasti sudah saya bubarkan,” ucapnya.
Selain Wali Kota Tegal, acara dangdutan yang digelar untuk memeriahkan pesta pernikahan dan sunatan anak Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo, itu juga dihadiri sejumlah pejabat Kota Tegal.
Acara itu juga dihadiri Wakil Wali Kota Tegal, Mohamad Jumadi, Kapolres Tegal Kota, AKBP Rita Wulandari Wibowo, Dandim 0712 Letkol Inf. Sutan Padapotan Siregar, dan pejabat lainnya.
BACA JUGA : Gelar Dangdutan di Tengah Pandemi, Wakil Ketua
Acara dangdutan itu pun menuai kontroversi dan kritik dari masyarakat. Hal itu dikarenakan konser dangdut di lapangan Tegal Selatan, Kelurahan Bandung, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal itu digelar saat masa pandemi Covid-19.
Selain digelar saat pandemi, acara itu juga dihadiri ribuan massa tanpa mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Meski demikian, acara itu tetap berjalan tanpa ada aparat keamanan maupun penegak peraturan daerah (perda) yang berani membubarkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Bek Timnas Indonesia, Pratama Arhan dimainkan sebagai starter di Bangkok United. Arhan tampil solid selama 85 menit dan berkontribusi dalam kemenangan Bangkok U
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.
Van Gastel soroti laga tanpa penonton di Liga Indonesia, sambil menikmati musim perdana bersama PSIM Jogja.
Perencanaan dana kurban sejak dini membantu meringankan beban finansial dan membuat ibadah Iduladha lebih teratur dan tenang.
PT KAI Daop 4 Semarang tutup 6 perlintasan sebidang tidak dijaga sepanjang 2026. Langkah tegas diambil demi menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang.