Advertisement
Jokowi: Pembatasan Aktivitas Skala Mikro Lebih Efektif
Presiden Joko Widodo - Youtube Setpres
Advertisement
Harianjogja.com, BOGOR – Presiden Joko Widodo menilai pembatasan aktivitas warga berskala mikro atau komunitas lebih efektif untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Hal itu disampaikan Jokowi Ketika bertemu dengan pemimpin redaksi sejumlah media massa di Istana Bogor, Kamis (10/9/2020).
“Ini [pembatasan skala mikro] akan lebih efektif. Namun, bukan hanya kebijakan pembatasan saja, melainkan pengawasan di lapangan seperti apa?” ujar Jokowi.
Advertisement
BACA JUGA : Corona di Jogja Melejit Lagi, Sehari 48 Orang Dilaporkan
Menurut Jokowi, upaya pengawasan kebijakan pembatasan aktivitas berskala mikro itu juga harus melibatkan kelompok paling kecil, mulai dari kepala desa, bintara pembina desa (babinsa), keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga RT/RW.
Presiden mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Bogor dalam menangani penyebaran Covid-19 melalui kebijakan jam malam.
Tak hanya menerapkan jam malam saja, babinsa juga dilibatkan dalam pengawasan di lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Survei Indikator: TNI Jadi Lembaga Paling Dipercaya Januari 2026
- Pandji Dijadwalkan Jalani Peradilan Adat Toraja 10 Februari 2026
- Datangi Rumah Duka YB, Gubernur NTT: Negara Lalai Lindungi Anak Miskin
- Zulhas Nilai Lima Tahun Tak Cukup Wujudkan Program Prabowo
- Akademisi Diminta Sosialisasikan KUHP dan KUHAP Baru
Advertisement
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Pemkab Tanggung Biaya Korban Luka Gempa Pacitan, 36 Orang Dirawat
- Gol Mbeumo ke Gawang Spurs Bikin Heran, Gagal Total Saat Latihan MU
- Vokalis 3 Doors Down Brad Arnold Meninggal, Dunia Rock Kehilangan Ikon
- PSBS Biak vs PSM Makassar di Maguwoharjo, Laga Hidup Mati Papan Bawah
- Privasi Status WhatsApp Diperketat lewat Fitur Daftar Kustom
- WEF Prediksi 10 Pekerjaan Ini Paling Berisiko Lenyap Sebelum 2030
- 108 Ribu Warga Gunungkidul Ditanggung BPJS APBD, Anggaran Capai Rp42 M
Advertisement
Advertisement




