Advertisement

Jakarta PSBB, Rizal Ramli: Kenapa Menteri-Menteri 'Hantam' Anies?

Aprianus Doni Tolok
Kamis, 10 September 2020 - 22:57 WIB
Bhekti Suryani
Jakarta PSBB, Rizal Ramli: Kenapa Menteri-Menteri 'Hantam' Anies? Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (kanan) memberikan keterangan pers saat melakukan pelaporan terkait pencemaran nama baik dirinya oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Ekonom senior Rizal Ramli mempertanyakan alasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang seakan-akan 'memprotes' kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Hal itu diungkapkan Rizal Ramlu melalui cuitan di akun pribadi Twitter, @RamliRizal, Kamis (10/9/2020).

Advertisement

"Minggu yll Pres @jokowi pidato bahwa prioritas utama adalah perangi corona, saya sempat angkat topi akhirnya stlh 6 bulan, JKW sadar. Anies ambil langkah tepat. Tapi Airlangga dll hantam Anies. Jadi bertanya JKW itu Presiden bukan ? Kok menteri2nya bisa menggergaji arahannya?," demikian tulsi Rizal Ramli. 

Seperti diberitakan sebelumnya, pernyataan Menko Airlangga yang menyebut penurunan IHSG sebagai akibat dari pengumuman PSBB di Jakarta mendapatkan beragam tanggapan dari sejumlah tokoh atau pejabat publik.

Pakar Hukum Tata Negara, Jimly Asshiddiqie pun menyayangkan ketidakkompakkan antara pemerintah pusat dan daerah ikhwal penanganan Covid-19.

"Kenapa tdk adakan dulu konsultasi & koordinasi sblum buat kptsn & pengumuman ttg PSBB dsb. Pemda & Pempus jngan trus2an brbeda dlm penanganan covid19. Bikin malu &malah bahayakn kslamatan warga. Inisiatif bisa dari pemda/pempus. Yg pnting saling kontak. Jngan main politik trus," cuitnya melalui akun Twitter @JimlyAs, Kamis (10/9/2020).

Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad mengatakan bahwa pernyataan Menko Perekonomian cermin pola pikir pemerintah yang melihat ekonomi lebih penting dari kesehatan dan keselamatan jiwa rakyat.

"Ini merupakan problem utama sejak awal, takut lockdown akhirnya di-lockdown oleh puluhan negara, Takut Perpanjang PSBB akhirnya virus membuat peternakan sendiri dalam transmisi setiap komunitas warga," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo

Kulonprogo
| Minggu, 05 April 2026, 01:27 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement