Advertisement
Jakarta PSBB, Rizal Ramli: Kenapa Menteri-Menteri 'Hantam' Anies?
Mantan Menko Maritim Rizal Ramli (kanan) memberikan keterangan pers saat melakukan pelaporan terkait pencemaran nama baik dirinya oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Selasa (16/10/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Ekonom senior Rizal Ramli mempertanyakan alasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang seakan-akan 'memprotes' kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Hal itu diungkapkan Rizal Ramlu melalui cuitan di akun pribadi Twitter, @RamliRizal, Kamis (10/9/2020).
Advertisement
"Minggu yll Pres @jokowi pidato bahwa prioritas utama adalah perangi corona, saya sempat angkat topi akhirnya stlh 6 bulan, JKW sadar. Anies ambil langkah tepat. Tapi Airlangga dll hantam Anies. Jadi bertanya JKW itu Presiden bukan ? Kok menteri2nya bisa menggergaji arahannya?," demikian tulsi Rizal Ramli.
Seperti diberitakan sebelumnya, pernyataan Menko Airlangga yang menyebut penurunan IHSG sebagai akibat dari pengumuman PSBB di Jakarta mendapatkan beragam tanggapan dari sejumlah tokoh atau pejabat publik.
Minggu yll Pres @jokowi pidato bahwa prioritas utama adalah perangi corona, saya sempat angkat topi akhirnya stlh 6 bulan, JKW sadar. Anies ambil langkah tepat. Tapi Airlangga dll hantam Anies. Jadi bertanya JKW itu Presiden bukan ? Kok menteri2nya bisa menggergaji arahannya ?
— Dr. Rizal Ramli (@RamliRizal) September 10, 2020
Pakar Hukum Tata Negara, Jimly Asshiddiqie pun menyayangkan ketidakkompakkan antara pemerintah pusat dan daerah ikhwal penanganan Covid-19.
"Kenapa tdk adakan dulu konsultasi & koordinasi sblum buat kptsn & pengumuman ttg PSBB dsb. Pemda & Pempus jngan trus2an brbeda dlm penanganan covid19. Bikin malu &malah bahayakn kslamatan warga. Inisiatif bisa dari pemda/pempus. Yg pnting saling kontak. Jngan main politik trus," cuitnya melalui akun Twitter @JimlyAs, Kamis (10/9/2020).
Kenapa tdk adakan dulu konsultasi & koordinasi sblum buat kptsn & pengumuman ttg PSBB dsb. Pemda & Pempus jngan trus2an brbeda dlm penanganan covid19. Bikin malu &malah bahayakn kslamatan warga. Inisiatif bisa dari pemda/pempus. Yg pnting saling kontak. Jngan main politik trus. https://t.co/pXTCIVnXIK
— Jimly Asshiddiqie (@JimlyAs) September 10, 2020
Sementara itu, Anggota Komisi XI DPR Kamrussamad mengatakan bahwa pernyataan Menko Perekonomian cermin pola pikir pemerintah yang melihat ekonomi lebih penting dari kesehatan dan keselamatan jiwa rakyat.
"Ini merupakan problem utama sejak awal, takut lockdown akhirnya di-lockdown oleh puluhan negara, Takut Perpanjang PSBB akhirnya virus membuat peternakan sendiri dalam transmisi setiap komunitas warga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement








