Bagian Pesawat Ini Berisiko Menyebarkan Virus Corona

Ilustrasi kabin pesawat - JIBI
29 Agustus 2020 19:27 WIB Syaiful Millah News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Perjalanan menggunakan pesawat saat ini mulai diberlakukan dengan banyak aturan baru untuk membatasi penyebaran virus corona baru penyebab Covid-19.

Namun, risiko penularannya masih tetap ada. Sebuah studi baru telah mengungkap di bagian pesawat mana yang merupakan tempat paling berisiko untuk penularan virus tersebut.

Dilansir dari Express UK, Sabtu (29/8/2020) penelitian tersebut dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Soonchunhyang University, Korea Selatan. Tim tersebut menganalisis penerbangan evakuasi dari Milan, Italia ke Seoul, Korea Selatan pada 31 Maret. Waktu ketika Italia masih menghadapi krisis virus corona berat.

Dalam upaya evakuasi tersebut, 11 dari 310 penumpang penerbangan tidak diizinkan naik ke pesawat karena memiliki gejala Covid-19.

Sementara, 299 orang lainnya yang melakukan penerbangan benar-benar menjalani protokol ketat, dengan duduk terpisah dan menjaga jarak sosial serta mengenakan masker N95.

Mereka mengenakan masker selama penebangan dan hanya melepasnya ketika ada layanan makanan dan saat menggunakan toilet pesawat. Semua penumpang juga mengisolasi diri selama 2 pekan setelah mendarat di Korea.

Selanjutnya, 6 penumpang yang tidak menunjukkan gejala pada awalnya, dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru pada hari pertama karantinanya.

Hanya ada 1 pasien yang dinyatakan positif pada hari terakhir isolasi diri. Hal ini menunjukkan bahwa dia terkena virus corona baru saat dalam penerbangan yang dilakukan.

Para peneliti percaya, infeksi ini terjadi setelah dia menggunakan toilet dalam pesawat tanpa mengenakan masker.

Filter pesawat sangat efektif sehingga penularan infeksi melalui udara sangat tidak mungkin terjadi. Terlebih, prosedur pengendalian infeksi yang kuat telah diterapkan selama penerbangan.

"Dalam penerbangan dari Italia ke Korea Selatan, dia [1 wanita yang dinyatakan positif setelah 14 hari karantina] mengenakan masker N95, kecuali saat dia menggunakan toilet," kata para peneliti dalam laporan studi.

Toilet pesawat sendiri digunakan bersama oleh para penumpang yang duduk di dekatnya, termasuk pasien yang juga dilaporkan positif Covid-19 tetapi tanpa gejala.

Laporan menyebut, bahwa wanita itu tidak pergi keluar dan telah dikarantina sendirian selama 3 minggu di rumahnya di Italia sebelum penerbangan dan karantina di Korea selatan setelah penerbangan tersebut.

Perempuan itu juga dilaporkan bahwa dia tidak menggunakan transportasi umum untuk sampai ke bandara. Dengan demikian, kemungkinan besar infeksinya ditularkan dalam penerbangan melalui kontak tidak langsung dengan pasien tanpa gejala.

"Mempertimbangkan kesulitan penularan infeksi melalui udara dalam penerbangan karena filter dengan efisiensi tinggi, kontak dengan permukaan yang terkontaminasi memainkan peranan penting dalam penularan penyakit di pesawat," lanjut laporan studi tersebut.

Para peneliti menambahkan bahwa penjelasan paling masuk akal untuk penularan virus SARS-CoV-2 terhadap penumpang di pesawat adalah bahwa wanita yang positif Covid-19 itu terinfeksi oleh penumpang tanpa gejala saat menggunakan toilet di pesawat.

Hal ini harus menjadi perhatian bagi semua pihak, mengingat sejumlah penerbangan domestik dan internasional mulai dibuka kembali di beberapa negara, agar tidak menjadi pembawa atau penular infeksi dari penyakit pandemi Covid-19.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia