Belum Jadi Wali Kota Solo, Gibran Sudah Diwacanakan Jadi Gubernur Jateng

Gibran Rakabuming Raka - Antara/Aprilio Akbar
23 Agustus 2020 19:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SOLO--Gibran Rakabuming Raka yang kini baru bersiap maju jadi Wali Kota Solo sudha diwacanakan bisa memimpin Jawa Tengah.

Tokoh masyarakat Kota Solo, Habib Hasan Mulachela, menilai sosok cawali Solo yang diusung PDIP, Gibran Rakabuming Raka, berpotensi "melompat" menjadi Gubernur Jawa Tengah (Jateng), seperti ayahandanya, Joko Widodo (Jokowi), yang melompat menjadi Gubernur DKI Jakarta di periode keduanya sebagai Wali Kota Solo.

“Mudah-mudahan Mas Gibran bisa merealisasikan janjinya membuat lompatan-lompatan di Solo. Mudah-mudahan dengan keberhasilan dia satu dua tahun nanti bisa mengikuti jejak ayahnya ke jenjang yang lebih tinggi,” ujar Hasan Mulachela kepada solopos.com-jaringan Harianjogja.com, Jumat (21/8/2020).

"Diawali di Solo dengan prestasi yang betul-betul luar biasa membuat lompatan-lompatan, sehingga dibidik masyarakat Jateng, bahwa telah lahir calon pemimpin baru dari generasi muda," tambah dia.

Hasan yang juga mantan anggota DPRD Solo menilai Gibran merupakan figur yang cerdas dan punya potensi menjadi pemimpin, baik tingkat kota maupun provinsi.

“Kemampuan Mas Gibran okay, orang cerdas. Saya tahu persis. [maju Pilkada Jateng] Ya insya Allah, itu kan parpol yang mencalonkan. Tergantung nanti prestasi dia. Kalau dalam satu dua tahun bagus sekali, otomatis di PDIP akan diprioritaskan. Sama seperti Pak Jokowi dulu melompat ke DKI,” sambung dia.

Optimisme Hasan bahwa Gibran bakal melompat menjadi Gubernur sejalan dengan keyakinannya bahwa ayah dari Jan Ethes Srinarendra dan La Lembah Manah itu bakal memenangi pertarungan Pilkada Solo 9 Desember 2020.

Dosen Jurusan Komunikasi Universitas Boyolali yang juga mantan komisioner KPU Sragen, Roso Prajoko, menilai terlalu dini waca Gibran jadi gubernur.

Menurut Roso, yang terpenting saat ini adalah bagaimana putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu bisa merealisasikan janji lompatan pembangunan untuk Solo.

Gibran harus bisa membuktikan sebagai figur yang mampu memajukan Solo.

“Terlalu dini Gibran maju menjadi Gubernur karena banyak intrik sebagai cawali Solo, yaitu menimbulkan kegaduhan politik di internal partai dengan menggeser cawali yang diusulkan PDIP Solo ke DPP,” ujar dia, Sabtu (22/8/2020).

Di sisi lain, Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, juga sempat menyatakan Gibran mesti belajar berpolitik terlebih dulu.

Kegaduhan di internal PDIP Solo, menurut Roso, menjadi sentimen negatif partai maupun publik Kota Bengawan.

“Untuk menjadi calon gubernur terlalu dini. Yang paling penting kinerja Gibran belum ada di mata publik sebagai wakil rakyat yang membela kepentingan rakyat. Jadi saat ini Gibran fokus saja membangun Solo,” kata dia.

Selama Gibran mampu membuktikan diri sebagai pemimpin Solo yang bisa memajukan kota dan menyejahterakan rakyat, menurut Roso, parpol akan menimbang kemungkinan mengusung dia dalam kontestasi yang lebih tinggi.

“Salah satu yang membuat seorang pemimpin disukai rakyat adalah kebijakan-kebijakan yang pro rakyat dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Rakyat juga suka dengan sosok jujur, adil, dan amanah,” papar dia.


Penuturan senada disampaikan aktivis Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), Aldegar Abialdo Khrisma Murti atau akrab dipanggil Aldo.

Menurut dia, lebih baik saat ini cawali Solo Gibran dan tim fokus menghadapi Pilkada 9 Desember 2020 ketimbang memikirkan menjadi gubernur.

Setelah berhasil memenangi kontestasi pilkada itu, Gibran harus fokus merealisasikan lompatan kemajuan di Solo.

Selama ini pengusaha kuliner itu selalu menyampaikan tekadnya mewujudkan lompatan di Solo.

“Saya pikir sebaiknya saat ini Mas Gibran fokus dulu buktikan kinerja di Solo. Masyarakat nanti yang akan menilai. Soal Gibran dinilai layak jadi Gubernur Jateng, itu kan doa Pak Hasan Mulachela. Wajar kan orang tua mendoakan,” urai dia.

Sumber : Solopos.com, Suara.com