Menteri Airlangga Targetkan Vaksin Covid-19 Tersedia Januari 2021

Presiden Joko Widodo meninjau fasilitas produksi dan pengemasan vaksin Covid-19 di PT Bio Farma (Persero), Bandung Jawa Barat, Selasa (11/8 - 2020) / Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
12 Agustus 2020 23:57 WIB Maria Elena News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan vaksin anti virus corona atau Covid-19 sudah bisa beredar di masyarakat pada Januari 2021. Ia mengatakan terkait pengadaan vaksin, saat ini sudah dilakukan tahap uji klinis fase ketiga oleh PT Bio Farma kepada 1.600 orang.

Selanjutnya, PT Kalbe Farma juga berencana melakukan uji klinis fase dua kepada 300 hingga 500 orang. Terakhir, uji klinis vaksin coalition for epidemic preparedness innovation (CEPI) dan vaksin Merah Putih juga akan segera dilaksanakan.

Baca juga: Gawat, RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Penuh, Pasien Ditolak

"Dengan demikian diharapkan Januari sudah ada vaksin yang bisa dilaksanakan ke masyarakat," katanya saat memberikan keynote Speech pada Pembukaan Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Apindo 2020, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, saat ini kesempatan Indonesia untuk mereset ekonomi dan menghentikan penurunan pertumbuhan. Untuk mengakselirasi dan mereset beberapa langkah yang harus dilakukan misalnya digitalisasi, perubahan pekerjaan masa depan, perubahan preferensi konsumen dan bisnis. Di sisi lain, secara geopolitik, perang dagang AS dan china membuka potensi bagi Indoneisa, yaitu hilirisasi dan investasi. 

Karena itu, pemerintah sudah mengganggarkan menganggarkan penyediaan vaksin 30 hingga 40 juta dosis yang siap diproduksi oleh Bio Farma dengan anggaran sekitar Rp5 triliun. 

Baca juga: Wakapolri Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolda yang Tak Cegah Covid-19

"total pendanaan yang disiapkan untuk penyediaan vaksin Covid-19 sepanjang periode 2020-2021 sebesar Rp40 triliun-Rp50 triliun," ujarnya. 

Sebelumnya, PT Bio Farma memastikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech jika lulus uji klinis tahap tiga di Kota Bandung akan diprioritaskan untuk didistribusikan kepada masyarakat Indonesia. Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir mengatakan nantinya akan ada 160 juta masyarakat Indonesia yang diprioritaskan mendapatkan vaksin dimana setiap orangnya membutuhkan dua dosis vaksin.

Selain itu, Honesti mengaku sejauh ini Bio Farma memiliki kemampuan produksi sebanyak 100 juta vaksin dalam satu tahun. Lalu pada Desember 2020 mendatang, rencananya akan ada penambahan gedung baru yang mendukung peningkatan kapasitas produksi vaksin sebanyak 150 juta dosis per tahun.

Sumber : Bisnis.com