Gudang Amonium Meledak di Lebanon, DPR Minta Kemenlu Segera Cek WNI

Asap membubung akibat ledakan besar di gudang yang menyimpan bahan peledak di Beirut, Lebanon, Selasa (4/8/2020). Reuters menyebutkan ledakan tersebut menewaskan 78 orang, melukai hampir 4.000 orang dan menyebabkan gelombang kejut yang menghancurkan jendela-jendela, batu dan mengguncang tanah di ibukota Lebanon. - Antara/Reuters
05 Agustus 2020 09:17 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR, Abdul Kharis Almasyhari meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk segera mendata dan memastikan apakah ada korban WNI yang terdampak dalam ledakan di Beirut, Lebanon yang telah menewaskan sedikitnya 78 orang kemarin.

Menurutnya, pihak Kemenlu diharapkan segera memberikan pendampingan dan bantuan yang diperlukan. Berdasarkan data Kemenhan dan Kemenlu di Lebanon, terdapat 1.234 TNI anggota kontingen Garuda yang bertugas menjaga demarkasi perbatasan Lebanon-Israel.

“Sedangkan ratusan WNI lainnya bekerja di sana dan semoga semua tidak ada disekitar ledakan dan semoga sehat, ” kata Kharis.

BACA JUGA : Sedikitnya 78 Orang Tewas, 4.000 Terluka Akibat Ledakan di 

Selain keselamatan WNI, Kharis juga mendorong Pemerintah Indonesia memberi bantuan sebagai negara sahabat kepada Lebanon atas terjadinya musibah tersebut serta mendorong agar dilakukan investigasi menyeluruh dan serius karena eskalasi ledakan yang begitu besar.

Dia juga menyampaikan duka mendalam atas ledakan hebat yang mengguncang Ibu Kota Lebanon tersebut.

“Saya sampaikan duka mendalam kepada seluruh korban ledakan dahsyat itu baik yang meninggal dunia maupun yang luka-luka, disaat pandemi seperti ini yang belum selesai, rakyat Lebanon harus merasakan musibah yang lain, semoga Allah SWT menguatkan rakyat Lebanon” ujar Kharis dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2020).

Jumlah korban meninggal terus meningkat hingga sedikitnya 78 orang dan hampir 4.000 lainnya terluka, kata Menteri Kesehatan Lebanon, Hamad Hasan seperti dikutip ChannelNewsAsia.com.

BACA JUGA : 10 Orang Dilaporkan Tewas akibat Ledakan 

"Banyak orang yang hilang sampai sekarang. Pihak keluarga mereka terus  mencari informasi soal korban ke kantor bagian darurat bencana. Akan tetapi, sulit untuk mencari di malam hari karena tidak ada aliran listrik," katanya.

Hasan  mengatakan pihaknya menghadapi bencana nyata dan perlu waktu untuk menilai tingkat kerusakan.

Ratusan orang yang terluka dalam ledakan di kawasan pelabuhan Beirut itu dibawa ke rumah sakit tetapi banyak yang tetap terperangkap di rumah-rumah yang rusak akibat ledakan itu, kata kepala Palang Merah Libanon, George Kettaneh.

Dia mengatakan kepada media setempat bahwa tidak ada angka pasti berapa banyak yang terluka karena banyak yang masih terperangkap di rumah-rumah dan di dalam wilayah ledakan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia