Hadi Pranoto Ralat Temuannya, Bukan Obat Covid-19 Tapi Herbal

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan uji lab obat herbal dari daun ketepeng dan benalu bermarga dendroptoe untuk penyembuhan Covid-19 di Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. ANTARA - Muhammad Iqbal
03 Agustus 2020 23:37 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Hadi Pranoto meralat pernyataannya saat diwawancarai musisi Anji. Hadi sempat mengatakan bahwa produk yang ditemukannya adalah obat Covid-19. Kemudian, dia meral dan mengatakan produk yang ditemukannya bukanlah obat, melainkan herbal.

"Ini bukan obat, tetapi herbal seperti jamu," kata Hadi seperti dikutip dari tayangan langsung KompasTV, Senin (3/8/2020).

Sebelumnya, publik dihebohkan dengan klaim Hadi yang menyatakan telah menemukan obat yang mampu mencegah dan menyembuhkan Covid-19 dalam unggahan video wawancara bersama Anji di kanal YouTube sang musisi.

Namun, dia sama sekali tidak menyampaikan latar pendidikan dan risetnya sehingga membuat warganet menyangsikan kebenaran klaim, termasuk khasiat obat yang ditemukannya.

Bahkan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sejumlah tokoh publik menilai bahwa apa yang disampaikan Hadi dan Anji dalam video tersebut sebagai informasi menyesatkan.

Sosok Hadi Pranoto ini menjadi sorotan publik usai tampil dalam kanal YouTube milik musisi, Anji. Pria yang mengklaim dirinya sebagai profesor dan pakar mikrobiologi itu menyebut telah menemukan produk herbal yang diklaim sebagai obat penyembuh dan pencegah virus Corona atau Covid-19.

Sementara itu, Youtube telah menghapus video kontroversial yang diunggah akun Dunia Manji tentang profesor penemu obat Covid-19. Video berjudul Bisa Kembali Normal, Obat Covid-19 Ditemukan!! (Part 1) sudah tidak dapat diakses pada 2 Agustus 2020 malam. Konten yang diunggah musisi Anji Manji tersebut juga menuai banyak kritikan.

Pada tangkapan layar yang disebarkan Anji melalui Instagram Story malam tadi, tertulis bahwa unggahan tersebut telah dihapus oleh Youtube. "Video removed. Inappropriate content."

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia