Pemerintah Tak Larang Mudik Iduladha, Begini Persiapan yang Dilakukan...

Sejumlah kendaraan melintasi ruas jalan Tol Jakarta-Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Senin (11/5/2020). Menurut data Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit penurunan lalu lintas harian rata-rata (LHR) kendaraan jalan tol selama PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten sebesar 42% - 60 %. ANTARA FOTO - Fakhri Hermansyah
28 Juli 2020 14:57 WIB Rinaldi Mohammad Azka News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dalam rangka mengantisipasi mudik Iduladha pada akhir pekan ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempersiapkan personel dan koordinasi antar lembaga.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan sudah melakukan rapat berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan menyiapkan sejumlah antisipasi.

"Intinya sudah diantisipasi kalau ada lonjakan [kendaraan pribadi] di hari Kamis [30/7/2020] sore, Kepolisian ada operasi patuh, sebagian besar polisi ada di lapangan, kemudian juga dari dinas perhubungan provinsi kabupaten/kota," jelasnya kepada Bisnis.com, Selasa (28/7/2020).

Menurutnya, lonjakan kendaraan pribadi akan terjadi pada periode puncak arus mudik Kamis (30/7/2020) di sejumlah titik terutama keluar dari Ibu Kota.

Sementara itu, puncak arus balik mudik Iduladha ini akan terjadi pada Minggu (2/8/2020), setelah masyarakat merayakan kurban di kampung halamannya dan segera kembali ke tempatnya bekerja.

Dia juga sudah bersurat kepada masing-masing kepala daerah agar tenaga dinas perhubungan di daerah turut mengantisipasi pemudik Iduladha 1441 H ini.

Mudik Iduladha, lanjutnya, sedikit berbeda dengan mudik Idulfitri pada Mei 2020 yang sempat terjadi pelarangan aktivitas mudik. Kali ini, pemerintah memperbolehkan masyarakat mudik tetapi dengan protokol kesehatan yang tetap dijaga.

"Jadi secara SDM, mekanismenya seperti apa nanti masing-masing daerah yang mengelolanya," katanya.

Sumber : bisnis.com