Advertisement
Zoom Luncurkan Paket Berlangganan Perangkat Keras
Zoom Video Communications, Inc. - zoom.us
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Setelah kebanjiran pengguna baru di masa pandemi Covid-19, platform telekonferensi Zoom meluncurkan paket berlangganan perangkat keras untuk mempermudah pelanggan mengakses aplikasi tersebut.
Mengutip Tech Crunch pada Rabu (08/07/2020), paket berlangganan perangkat keras Zoom terdiri dari Zoom Room dan Zoom Phone. Zoom Room dirancang khusus kebutuhan ruang rapat suatu perusahaan atau organisasi.
Advertisement
Adapun, Zoom Phone merupakan paket yang ditawarkan untuk pelanggan individu. Pelanggan akan mendapatkan ponsel yang dirancang khusus untuk mengakses layanan Zoom.
Belum ada informasi lebih lanjut ponsel seperti apa yang digunakan oleh Zoom. Namun yang jelas, Zoom telah bermitra dengan produsen perangkat keras pihak ketiga, seperti DTEN, Neat, Poly dan Yealink untuk paket berlangganan perangkat keras.
Kehadiran paket berlangganan memungkinkan perusahaan untuk mengakses perangkat keras berbiaya rendah dan membayar perangkat lunak dan perangkat keras dengan sekaligus dalam satu faktur. Tentunya hal ini lebih efisien lantaran biaya yang dikeluarkan lebih rendah sekaligus menyederhanakan pembukuan terkait keperluan komunikasi daring.
Perusahaan dapat memulai dari yang kecil jika mereka mau, kemudian menambahkan perangkat keras tambahan seiring waktu seiring perubahan kebutuhan, dan mereka juga dapat memilih layanan yang dikelola sepenuhnya, di mana pihak ketiga dapat menangani instalasi dan pengelolaan perangkat keras jika itu yang dibutuhkan oleh pelanggan.
Paket Zoom Phone ditawarkan dengan harga 5,99 dolar AS atau sekitar Rp87.000, dan 60 dolar AS atau sekitar Rp866.400 per bulan.
Sementara, untuk biaya layanan perangkat keras untuk Zoom Rooms berada di kisaran 75 dolar AS (Rp1,1 juta) hingga 200 dolar AS (Rp2,9 juta) per bulan.
Sebagai catatan, peluncuran paket berlangganan perngkat keras dilakukam sepekan setelah Zoom mengatakan telah membuat kemajuan signifikan dalam hal laporan transparansi yang merinci informasi terkait permintaan yang diterima untuk data, catatan atau konten. Laporan tersebut akan dirilis pada akhir tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dinkes Sleman Soroti Pinjol dan Bullying Picu Kasus Gangguan Jiwa
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- APBN untuk Utang Whoosh Rp1,2 Triliun, Menkeu Belum Tahu
- Kecelakaan Bus Jakarta-Malang Tol Ngawi-Solo, 1 Tewas dan 32 Luka
- 121 PPPK Kemenag Kulonprogo Ikuti Tes IT, DIY Jadi Pelopor Nasional
- Prabowo Bentuk Pansel OJK 2026, Ini Daftar Lengkapnya
- SMAN 1 Depok Gelar Career Day, Bekali Siswa Tembus Perguruan Impian
- Bus Transjakarta Lindas Pejalan Kaki di Jaksel hingga Tewas
- DPRD Desak Status Hukum Guru Honorer di DIY
Advertisement
Advertisement







