Amien Rais: Pak Jokowi Sedang Main Sandiwara Politik

Amien Rais - Antara/Reno Esnir
02 Juli 2020 21:07 WIB Feni Freycinetia Fitriani News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Mantan Ketua MPR RI sekaligus Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengomentari sikap Presiden Joko Widodo yang memarahi menteri saat rapat kabinet beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kemarahan yang ditunjukan Presiden Jokowi berlebihan dan video rapat kabinet tersebut seharusnya tidak perlu diungkap ke publik.

"Sekarang saya lihat ada dua kemungkinan. Pertama, Pak Jokowi sedang bermain sandiwara politik, dengan mengaduh-aduh. Biar rakyat kembali mempercayai Pak Jokowi, mencintai beliau," katanya dalam video yang diunggah ke akun Instagram @amienraisofficial, Kamis (2/7/2020).

BACA JUGA: Amien Rais Tuding Ada Super Minister di Kabinet Jokowi

Menurutnya, video rapat yang diunggah oleh Sekretariat Kabinet 10 hari setelah rapat tersebut hanya mengesankan kepada masyarakat bahwa yang membuat jengkel Presiden justru kinerja para menteri.

Amein Rais menilai video tersebut mencitrakan satu-satunya yang benar dan berkinerja baik hanya Presiden Jokowi, bukan para menterinya. Namun, dia menilai cara pemerintah memperlihatkan isi video rapat tersebut sudah terlambat.

Sebaiknya, lanjutnya, video itu tidak perlu diumumkan ke publik. Justru kesalahan fatal. Pasalnya, kemarahan Presiden yang awalnya terbatas malah dipublikasikan.

"Semua orang malah mengetahui dan umumnya ini jadi back lash. Kalau mau reshuffle, ya reshuffle. Jangan pilih yang begitu lagi dan harus cepat," ucap Amien Rais.

Presiden Joko Widodo menyoroti rendahnya realisasi belanja kementerian di bidang kesehatan dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020). Hal itu terungkap dalam video rapat internal berisi arahan Presiden Jokowi itu baru diunggah kanal resmi Sekretariat Presiden di YouTube, Minggu (28/6/2020).

BACA JUGA: Amien Rais Minta Jokowi Berkaca pada Nasib Soeharto: Ditinggal Menterinya Jadi Keropos

Jokowi memberikan contoh realisasi belanja di bidang kesehatan yang mendapatkan anggaran Rp75 triliun. "Baru keluar 1,53 persen, coba," jelas dia.

Dampaknya, uang beredar di masyarakat tertahan. Pembayaran tunjangan, sambung Jokowi, untuk dokter, dokter spesialis, tenaga medis, mesti segera dikeluarkan. Selain itu, belanja-belanja untuk peralatan segera direalisasikan.

"Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran sehingga men-trigger ekonomi," kata Jokowi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia