Advertisement
Sebagian Besar Pengungsi Rohingya Alami Malnutrisi
Pengungsi etnis Rohingya di Aceh./Antara - Syifa Yulinnas
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA – Kondisi kesehatan pengungsi asal etnis Rohingya di Aceh sempat mengkhawatirkan setelah dibawa ke daratan Kabupaten Aceh Utara pekan lalu.
Salah seorang petugas medis yang bergabung dengan tim Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara dr Niza Novrizal mengatakan bahwa kebanyakan para pengungsi mengalami malnutrisi akibat kurang asupan nutrisi.
Advertisement
BACA JUGA : Pengungsi Rohingya Mulai Terserang Covid-19
Mereka juga mengalami dehidrasi atau kurang cairan, gangguan pencerhaan, serta demam. Kebanyakan anak-anak dari pengungsi asal Myanmar itu juga menderita diare.
“Kebanyakan para pengungsi mengalami gatal-gatal. Kami dari tim medis Aceh Utara memberikan pengobatan langsung,” katanya kepada Bisnis pada Minggu (28/6/2020).
Sebanyak 99 orang etnis Rohingya ditemukan terdampar di perairan Aceh Utara pada Kamis (25/6/2020). Saat didapati, kondisi kapal dalam kondisi rusak dan miring.
Mereka kemudian dibawa ke daratan Kabupaten Aceh Utara oleh nelayan setempat. Setelah itu, puluhan orang tersebut dipindahkan ke bekas kantor imigrasi Kota Lhokseumawe di Kawasan Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.
Saat pemeriksaan langsung, petugas medis juga mengenakan face shield atau pelindung wajah. Mereka juga sempat menjalani rapid test namun hasilnya non reaktif.
BACA JUGA : India Usir Warga Rohingya ke Myanmar
‘Pemberian obat-obatan dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan fokus utama pemerintah saat ini ialah pemenuhan kebutuhan dasar, pemberian penampungan sementara, dan pelayanan kesehatan.
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat juga berkerja sama dengan UNHCR dan IOM akan segera melakukan upaya-upaya lebih lanjut terkait penanganan 99 orang migran etnis Rohingya tersebut.
“Masyarakat Aceh Utara dan Lembaga Sosial Masyarakat Indonesia juga aktif memberikan bantuan kemanusiaan. Otoritas Indonesia juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya unsur penyelundupan manusia sehingga migran ireguler tersebut menjadi korban,” katanya Jumat (26/6/2020).
Menurutnya, penyelundupan manusia adalah kejahatan yang harus dihentikan dan memerlukan kerja sama kawasan dan internasional.
Dia mengatakan perjalanan laut yang tidak aman ini dipastikan akan terus terjadi sepanjang akar masalah tidak diselesaikan.
“Bagi Indonesia, upaya menciptakan kondisi kondusif di Rakhine State penting untuk terus dilakukan agar etnis Rohingya dapat kembali secara sukarela, aman dan bermartabat di rumah mereka, di Rakhine State,” kata Menlu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Arus Kendaraan di Jalan Tol Meningkat Jelang Libur Isra Mikraj
- Banjir Bandang di Pulau Siau Sulawesi Utara Berdampak pada 1.377 Warga
- Dokter Peringatkan Risiko Penyakit Pekerja Lapangan Saat Banjir
- Sejumlah Negara di Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran karena Protes
- Syafiq Ridhan Ali, Korban Hilang Gunung Slamet Ditemukan Meninggal
Advertisement
Agenda Event, Pariwisata, Konser dan Olahraga, 16 Januari 2026
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Isra Miraj, Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan
- Mulai 2026, Dosen Peneliti Pemenang Hibah Riset Terima Insentif Langsu
- Sejumlah Negara di Eropa Imbau Warganya Tinggalkan Iran karena Protes
- Bibit Siklon Tropis 96S Bisa Picu Cuaca Ekstrem di Bali
- Inflasi Awal 2026 Diprediksi Terkendali, Konsumsi Menguat
- Junior Haqi Ungkap Kunci Gol Cepat PSS Sleman Saat Kalahkan PSIS
- Prabowo Dorong Kampus Maju Tanpa Bebani Biaya Mahasiswa
Advertisement
Advertisement




