Sebagian Besar Pengungsi Rohingya Alami Malnutrisi

Pengungsi etnis Rohingya di Aceh./Antara - Syifa Yulinnas
28 Juni 2020 16:57 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Kondisi kesehatan pengungsi asal etnis Rohingya di Aceh sempat mengkhawatirkan setelah dibawa ke daratan Kabupaten Aceh Utara pekan lalu.

Salah seorang petugas medis yang bergabung dengan tim Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Utara dr Niza Novrizal mengatakan bahwa kebanyakan para pengungsi mengalami malnutrisi akibat kurang asupan nutrisi.

BACA JUGA : Pengungsi Rohingya Mulai Terserang Covid-19

Mereka juga mengalami dehidrasi atau kurang cairan, gangguan pencerhaan, serta demam. Kebanyakan anak-anak dari pengungsi asal Myanmar itu juga menderita diare.

“Kebanyakan para pengungsi mengalami gatal-gatal. Kami dari tim medis Aceh Utara memberikan pengobatan langsung,” katanya kepada Bisnis pada Minggu (28/6/2020).

Sebanyak 99 orang etnis Rohingya ditemukan terdampar di perairan Aceh Utara pada Kamis (25/6/2020). Saat didapati, kondisi kapal dalam kondisi rusak dan miring.

Mereka kemudian dibawa ke daratan Kabupaten Aceh Utara oleh nelayan setempat. Setelah itu, puluhan orang tersebut dipindahkan ke bekas kantor imigrasi Kota Lhokseumawe di Kawasan Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

Saat pemeriksaan langsung, petugas medis juga mengenakan face shield atau pelindung wajah. Mereka juga sempat menjalani rapid test namun hasilnya non reaktif.

BACA JUGA : India Usir Warga Rohingya ke Myanmar

‘Pemberian obat-obatan dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan fokus utama pemerintah saat ini ialah pemenuhan kebutuhan dasar, pemberian penampungan sementara, dan pelayanan kesehatan.

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat juga berkerja sama dengan UNHCR dan IOM akan segera melakukan upaya-upaya lebih lanjut terkait penanganan 99 orang migran etnis Rohingya tersebut.

“Masyarakat Aceh Utara dan Lembaga Sosial Masyarakat Indonesia juga aktif memberikan bantuan kemanusiaan. Otoritas Indonesia juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya unsur penyelundupan manusia sehingga migran ireguler tersebut menjadi korban,” katanya Jumat (26/6/2020).

Menurutnya, penyelundupan manusia adalah kejahatan yang harus dihentikan dan memerlukan kerja sama kawasan dan internasional.

Dia mengatakan perjalanan laut yang tidak aman ini dipastikan akan terus terjadi sepanjang akar masalah tidak diselesaikan.

“Bagi Indonesia, upaya menciptakan kondisi kondusif di Rakhine State penting untuk terus dilakukan agar etnis Rohingya dapat kembali secara sukarela, aman dan bermartabat di rumah mereka, di Rakhine State,” kata Menlu.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia