Advertisement
Mal Diminta Berani Menolak Pengunjung jika Lebihi Kapasitas
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. - Youtue@bnpb
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menegaskan agar semua mal di provinsi ini menaati protokol kesehatan. Termasuk di antaranya harus menolak pengunjung jika mal sudah melebihi kapasitas.
“Di sini nanti akan dikontrol berapa jumlah pengunjung. Jadi nanti dari sisi okupansi akan dicek satu persatu, sehingga kalau nanti kapasitasnya terlalu banyak, kita minta untuk ditolak. Nanti ya, sejam lagi, dua jam lagi,” tegas Ganjar saat memantau salah satu mal penyedia peralatan rumah tangga Queen City, di Jalan Pemuda Kota Semarang, Rabu (24/6/2020).
Advertisement
Jika hal itu bisa dikontrol, maka mudah-mudahan akan berjalan baik. Pemberlakuan kenormalan baru yang taat protokol kesehatan itu berlaku untuk semua mal di Jateng. “Semuanya [mal] kita harapkan nanti melakukan seperti ini. Semuanya. Maka simulasi menjadi penting untuk setiap pengelola (mal),” imbuh Ganjar.
BACA JUGA : Dua Mal di Jogja Ini Sementara Tutup karena Corona
Di sela-sela kegiatannya bersepeda pagi, Ganjar memang mengamati langsung praktik protokol kesehatan di mal yang baru buka tersebut. Ganjar sebelum masuk mal, terlihat diperiksa petugas mal. Seperti memeriksa suhu tubuh dan memberikan cairan pembersih tangan ke Ganjar.
Dalam pantauannya, Gubernur terlihat mengamati aktivitas mal. Mulai dari gerai-gerai sekaligus para pekerjanya, sistem antrean pembayaran hingga kesiapan praktik protokol kesehatan lain di mal itu.
Ganjar mengatakan ini salah satu mal peralatan rumah tangga, dan olahraga yang cukup besar. Saat ini, pengelola mau membuka mal dan melakukan uji coba kenormalan baru. Dia berharap hal tersebut bisa disimulasikan dengan baik. “Customer yang masuk juga bisa menaati aturan sehingga bisnis jalan, kebutuhan masyarakat terpenuhi, orang berbelanja juga tidak rumit, tapi semua mesti sadar diri bahwa kondisinya belum baik 100 persen. Maka kenormalan barunya mesti disiapkan,” beber Ganjar.
Maka pemerintah meminta pengunjung mal nanti yang masuk juga mematuhi posisi antre, jaga jarak, mengenakan penutup muka dengan masker, dan memerhatikan model transaksi pembayaran. “Saya kira bagus,” ungkapnya.
BACA JUGA : Ada Pandemi Corona, 2 Mal di DIY Ini Tetap Beroperasi
Vice President Kawan Lama Corporate selaku pengelola mal Queen City, Dasep Suryanto menjelaskan pihaknya sangat berterima kasih kepada Pemprov Jateng yang sangat positif dalam menyikapi Covid-19. “Jateng saya lihat sangat konsisten bagaimana kesehatan tetap terjaga, namun di sisi lain geliat ekonomi tetap berjalan. Ini hal yang sangat bagus,” kata Dasep di lokasi.
Harapannya, kedatangan gubernur akan menginspirasi semua peritel lain bahwa datang ke ritel modern itu cukup aman karena memerhatikan protokol kesehatan. Mulai dari jarak diatur, diperiksa suhu tubuhnya, dan lainnya. “Jadi tidak ada kekhawatiran masyarakat untuk berbelanja. Karena kita memang komitmen di samping kesehatan, juga ekonomi harus jalan,” ujarnya.
Pihaknya juga memastikan karyawan masuk dalam kondisi sehat. Kalau kurang fit maka akan diistirahatkan hingga mereka pulih. Termasuk jumlah mereka diatur agar jangan sampai mereka melebihi kapasitas yang seharusnya. “Kita jaga 50 persen. Mereka kita siapkan makanan yang sehat, jadi perusahaan kasih makan gratis kepada karyawan, vitamin kita berikan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Darurat Kecelakaan di Sleman, Layanan PSC 119 Tangani 1.228 Kasus
Advertisement
Pesawat Terbakar Saat Lepas Landas, 232 Penumpang Dievakuasi
Advertisement
Berita Populer
- Daftar Mobil Listrik 500 Km+ di Indonesia, Termurah Rp380 Juta
- Tantangan Sekolah Rakyat Teratasi, Pembelajaran Dinilai Makin Stabil
- Akademisi UGM: Program Magang Nasional Bantu Tekan Pengangguran
- Viral Balik Nama Tanah Warisan Kena Pajak? DJP Tegaskan Tak Ada PPh
- Perlintasan KA di Jogja Rawan, Aulia Reza Dorong Keselamatan Kolektif
- Sam Altman Minta Maaf, Kasus Penembakan Kanada Seret OpenAI
- Eks Pekerja Sritex Desak Pemerintah Ambil Alih Pabrik Jadi BUMN
Advertisement
Advertisement







