1.000 Lebih PDP Covid-19 di Jawa Tengah Meninggal Dunia

Ilustrasi keluarga menaburkan bunga di atas makam pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Kamis (9/4/2020). - JIBI/Bisnis.com/Arief Hermawan P
18 Juni 2020 13:27 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Jateng) melaporkan terdapat 1.033 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang meninggal dunia hingga Kamis (18/6/2020) ini.

Angka itu terbilang tinggi, jika dibandingkan dengan data PDP meninggal di Provinsi Jawa Timur per hari ini, sebanyak 805 atau sekitar 9,28 persen dari keseluruhan PDP yang ada di Provinsi Jawa Timur yakni 8.674 orang.

BACA JUGA: Patgulipat Data PDP Meninggal di DIY, Belum Dites tapi Dinegatifkan

Berdasarkan laporan terbaru https://corona.jatengprov.go.id/data pagi ini, persentase PDP meninggal di Provinsi Jawa Tengah mencapai 13,95 persen dari keseluruhan PDP yang tercatat di Jawa Tengah sebanyak 7.403 orang.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah mencatat, hingga hari ini jumlah kematian pasien positif Covid-19 di Jawa Tengah sebanyak 203 atau sekitar 8,06 persen dari keseluruhan kasus positif Covid-19 sebanyak 2.520 orang.

Berdasarkan laporan Badan Kesehatan Dunia atau WHO tertanggal 10 Juni lalu, Pemerintah Indonesia belum memiliki petunjuk yang definitif ihwal pasien meninggal diduga positif Covid-19.

BACA JUGA: Dexamethasone Terbukti Jadi Obat Pertama Covid-19 & Banyak Dijual Murah di Apotek, Ini Harganya

Berdasarkan pengertian WHO, kasus meninggal diduga positif Covid-19 adalah suspek yang telah dites Covid-19 namun belum memiliki hasil pemeriksaan yang konklusif atau tes yang tidak dapat dijalankan karena pertimbangan tertentu.

“Ada kemungkinan perbedaan data pasien meninggal yang terkonfirmasi positif di antara kasus nasional dan daerah,” tulis WHO dalam laporannya bertajuk Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Situation Report - 11.

WHO melaporkan angka kematian PDP cenderung lebih tinggi ketimbang angka kematian pasien positif Covid-19 di seluruh provinsi di Pulau Jawa.

“Adanya penurunan angka meninggal pasien positif Covid-19, namun PDP dan ODP tidak dapat dilacak keseluruhan di sejumlah provinsi di Pulau Jawa,” tulis WHO.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia